Terkadang sesuatu yang pada awalnya kita yakini benar dan serius menjalaninya, membuat kita menuju pada titik dimana seringkali kita menanyakan tentang hidup itu sendiri. Manusia diciptakan oleh Tuhan berbeda dengan mahluk lain, perbedaan terletak pada akal dan hatinya. Sebagai ciptaan Tuhan, semua mahluk hidup diberi anugerah jasad dan ruh, keduanya tidak bisa dipisahkan. Jasad tanpa ruh hanya sebuah bangkai busuk yang tak berguna, pun ruh tanpa jasad, akan terombang ambing dalam dunia tak kasat mata, dunia yang hanya Tuhan yang mampu menjangkaunya.
Sebagai mahluk ciptaaan Tuhan yang telah diberi anugerah akal dan hati, kita harus mampu menyeimbangkan, mengsingkronkan keduanya dalam menjalani peran di dunia ini. Akal saja tanpa hati hanya melahirkan manusia-manusia serakah, tamak dan penuh kemunafikan. Pun hati saja tanpa akal, menjadikan kita manusia yang naif dan seolah tak bertujuan. Memang, tiada manusia yang hanya menggunakan akalnya atau hatinya saja, manusia pasti menggunakan keduanya hanya mungkin kadarnya yang berbeda-beda. Sejahat-jahat manusia, apa mungkin dia akan jahat di segala sisi? sebaik-baik manusia, mustahil jika sama sekali tak menggunakan akalnya.
Dalam menjalani hidup ini, pandangan hidup, jalan pikiran dan hati kita seringkali berubah-ubah, menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang sedang kita hadapi. Mungkin persoalan yang sama di tahun lalu, tidak bisa dipecahkan atau diseleseikan dengan solusi yang sama juga. Waktu terus bergerak, dan perubahan jaman tak terelakkan. Kita setahun yang lalu menjadi berbeda dengan kita di tahun ini, secara hati dan akal. Banyak sekali faktor yang terus mengiringi langkah kita dalam membentuk diri sendiri, entah itu faktor dari diri sendiri, keluarga, pasangan atau faktor dari luar, pekerjaan dan lingkungan sosial kita.
Ada di satu sisi, terkadang kita mempertanyakan segala hal yang telah kita lakukan, baik itu kepada keluarga, anak-anak, pasangan, urusan kantor dan hidup bersosial. Kita sama sekali tidak bisa lepas dari semua itu. Kita mungkin telah merasa melakukan banyak hal, berkorban jiwa dan raga bahkan mengorbankan kepentingan pribadi kita demi sesuatu yang kita yakini akan membahagiakan kita. Kita selalu berpikir, jika kita melakukan ini, maka orang lain juga harus bisa memperlakukan sama seperti kita atau bahkan harus lebih. Memang tidak salah, saat kita berpikir demikian, manusiawi jika kita berpikiran dan berharap seperti itu.
Kita sudah melakukan apa saja untuk membahagiakan pasangan, berbakti pada orang tua, bekerja siang malam atau bahkan berusaha menjadi orang tua yang baik bagi anak-anak. Kita seringkali merasa bahwa tenaga, pikiran dan segalanya telah kita korbankan demi orang-orang yang kita sayangi, tapi mengapa mereka tidak bisa melakukan hal sama dengan kita atau minimal menghargai dengan sedikit rasa terima kasih atau empati. Hati kita terkadang semakin terluka ketika mendapati bahwa orang-orang yang tiap hari bersama dengan kita, dimana kita telah merasa melakukan semuanya mendadak mati rasa pada kita, seakan tak perduli pada kita. Benarkah demikian? atau hanya itu permainan perasaan dan prasangka di akal kita? atau mungkin karena rapuhnya hati kita, hingga prasangka akal menguasai hati kita.
Setiap kita memiliki kekuatan dan ketahanan hatinya masing-masing, mungkin bagi orang lain masalah kita biasa-biasa saja, atau menurut pandangan kita masalah orang lain enteng-enteng saja. Kita tidak bisa kemudian menghakimi dan melontarkan komentar yang tidak menyenangkan hanya karena pandangan kita berbeda dengan orang lain, pun orang lain tidak serta merta seenak jidat mempengaruhi masalah-masalah kita. Semua ada ukuran dan kadarnya masing-masing, dan setiap orang memiliki masalahnya masing-masing.
Kembali ke persoalan dimana terkadang kita mempunyai pikiran atau perasaan bahwa semua sudah saya lakukan untuk mempetahankan rumah tangga, semua sudah saya lalukan untuk menyenangkan hati orang tua, berbagai usaha sudah saya jalani untuk menjadi orang tua yang baik buat anak-anak, pun kita sudah merasa jadi karyawan yang baik, rela lembur siang dan malam. Tapi....benarkah kita sudah maksimal? benarkah kita sudah melakukan segalanya? Padahal bisa jadi apa yang sudah kita lakukan, mungkin saja bukan sesuatu yang orang lain minta, kita melakukannya hanya karena sebuah ego diri, pencapaian pribadi, atau hal-hal lain yang mungkin saja tidak kita sadari. Bisa jadi, kita sibuk melakukan semua hal, tapi lupa melihat ke dalam hati kita, lupa merenungkan dan berkomunikasi dengan orang yang kita sayangi, bahwa apakah kita sudah berada pada jalur dimana kesepakatan dan keseimbangan sudah dijalani. Mungkin saja kita tidak sepenuhnya menjadi diri kita sendiri, sibuk dengan pikiran dan angan-angan tentang hidup yang ideal. Rumah tangga yang harmonis, orang tua yang mau mengerti kita, anak-anak yang penurut dan manis serta suasana kantor yang baik-baik saja tanpa konflik. Benarkah hidup se ideal itu, seindah yang kita inginkan, tentu saja tidak, tak ada hidup seperti itu. Semua butuh diperjungkan, dikomunikasikan dan diseimbangkan. Karena jika tidak kita sendiri yang menyeimbangkan, maka semesta dan dunia ini dengan sendirinya akan menyeimbangkannya, sesuai dengan arus dan garis edarnya, bisa kita sebut sebagai sunnatullah.
Bahwa hidup tak ada yang sempurna, iya, bahwa hidup tidak ada yang indah, benar adanya, tapi bukan berarti kita tak bisa menjalaninya dengan sebaik-baiknya. Konflik, keributan, emosi bahkan kesedihan mewarnainya. Kita hanya perlu sedikit merenungkan dan berpikir, bahwa terkadang apa yang kita pikirkan bukan apa yang sebenarnya terjadi. Begitu juga dengan orang lain, mereka memiliki masalah mereka sendiri, dan tak perlu kita menjadi begitu sensitif dengan timbal balik orang kepada kita. Segala sesuatu yang kita anggap pas dengan kita pertahankan, pun jika kita memang sudah merasa tak sanggup lepaskan, tentu dengan mekanisme yang baik. Namun saat kita memutuskan pilihan tersebut, yakinilah bahwa kita sanggup bertahan dan melaluinya.
Don't be like an asshole, everyone have their own problem
Es Campur siang ini
Ira R
Rabu, Oktober 21, 2015
Rabu, September 02, 2015
Hanya Waktu.....
Seduhan kopi pagi ini terasa begitu menyesakkan dada
Tak ingin rasanya menyesap kopi yang nyata di depanku
Aromanya kurasa penuh racun biologis yang seakan siap membunuhku
Warnanya begitu hitam, mungkin sehitam hatiku
Tiba- tiba aku begitu benci dengan cerita tentang kopiku pagi hari ini
Semua terasa hampa dan tanpa tujuan
Separuh jiwaku yang tadinya penuh terisi rindu
Mendadak terhempas ke dalam memori salju kutub utara
Yang siap membekukan segala impian bahagia itu
Ada apa dengan bahagia yang sekejap lalu begitu meronakan hari
Dan tanpa ampun langsung terampas bagai ibu yang dipaksa kehilangan bayi nya
Walau bunga-bunga tetap mekar, langit masih membiru
Gunung-gunung tegak berdiri, air laut berombak tiada henti
Dan bintang masih indah bersinar, rembulan separo seromantis biasa
Hatiku tak lagi sama
Ada sebagian darinya yang kini telah dirampas paksa oleh waktu
Aku bisa apa...? Jika inilah pilihanmu
Mungkin sulit bagiku untuk memulai, tapi hidup harus terus berjalan
Dan tiada pilihan lain selain melangkah dengan separuh jiwa
Menunggu waktu berpihak mengembalikan separuhnya lagi padaku
2nd September 2015 - tanpa penjelasan dari sebagian jiwa -
Tak ingin rasanya menyesap kopi yang nyata di depanku
Aromanya kurasa penuh racun biologis yang seakan siap membunuhku
Warnanya begitu hitam, mungkin sehitam hatiku
Tiba- tiba aku begitu benci dengan cerita tentang kopiku pagi hari ini
Semua terasa hampa dan tanpa tujuan
Separuh jiwaku yang tadinya penuh terisi rindu
Mendadak terhempas ke dalam memori salju kutub utara
Yang siap membekukan segala impian bahagia itu
Ada apa dengan bahagia yang sekejap lalu begitu meronakan hari
Dan tanpa ampun langsung terampas bagai ibu yang dipaksa kehilangan bayi nya
Walau bunga-bunga tetap mekar, langit masih membiru
Gunung-gunung tegak berdiri, air laut berombak tiada henti
Dan bintang masih indah bersinar, rembulan separo seromantis biasa
Hatiku tak lagi sama
Ada sebagian darinya yang kini telah dirampas paksa oleh waktu
Aku bisa apa...? Jika inilah pilihanmu
Mungkin sulit bagiku untuk memulai, tapi hidup harus terus berjalan
Dan tiada pilihan lain selain melangkah dengan separuh jiwa
Menunggu waktu berpihak mengembalikan separuhnya lagi padaku
2nd September 2015 - tanpa penjelasan dari sebagian jiwa -
Kamis, Agustus 27, 2015
Obrolan Kopi
Menulislah tentang pengalaman jiwamu, agar kau tak kehilangan makna-makna dari setiap jalan yang terlewati....
Tertawalah pada kepahitan hidupmu yang lampau agar kepedihan hidup yang kan datang tak membebani....
Tersenyumlah pada manusia-manusia yang mampir dalam kepingan hidupmu, sekalipun mereka sungguh menyakitkan...
Menangislah saat kau berdua dengan Tuhanmu, agar air mata yang mengalir menjadi doamu menuju langit....
Karena hidup yang diamanatkan Tuhan pada kita tak selamanya indah bertabur bunga, pun tak selamanya penuh tangisan sedu menyayat hati...
Ada kalanya tawa ceria menghampiri dan kedukaan hati setia menemani...
Tak ada kebahagiaan yang tertukar pun tiada duka seawet formalin...
Tak perlu kau jelaskan kesedihanmu, tak semua orang perduli, bisa jadi musuhmu bahagia sekali.....
Tak perlu kau pamerkan bahagiamu, bisa jadi ada setitik riya' yang bersarang halus di hati.....
Setiap kesalahan biarlah menjadi hikmah agar kau tak berbesar hati pada bahagia....
Dan jangan berputus harapan pada kebahagiaan hidup, karena bahagia ada pada dirimu sendiri, buka karena orang lain....
Terus saja melangkah, dan berilah tanda pada setiap peristiwa yang menggetarkan hati......
Tertawalah pada kepahitan hidupmu yang lampau agar kepedihan hidup yang kan datang tak membebani....
Tersenyumlah pada manusia-manusia yang mampir dalam kepingan hidupmu, sekalipun mereka sungguh menyakitkan...
Menangislah saat kau berdua dengan Tuhanmu, agar air mata yang mengalir menjadi doamu menuju langit....
Karena hidup yang diamanatkan Tuhan pada kita tak selamanya indah bertabur bunga, pun tak selamanya penuh tangisan sedu menyayat hati...
Ada kalanya tawa ceria menghampiri dan kedukaan hati setia menemani...
Tak ada kebahagiaan yang tertukar pun tiada duka seawet formalin...
Tak perlu kau jelaskan kesedihanmu, tak semua orang perduli, bisa jadi musuhmu bahagia sekali.....
Tak perlu kau pamerkan bahagiamu, bisa jadi ada setitik riya' yang bersarang halus di hati.....
Setiap kesalahan biarlah menjadi hikmah agar kau tak berbesar hati pada bahagia....
Dan jangan berputus harapan pada kebahagiaan hidup, karena bahagia ada pada dirimu sendiri, buka karena orang lain....
Terus saja melangkah, dan berilah tanda pada setiap peristiwa yang menggetarkan hati......
Jumat, Juli 31, 2015
Memahami Wanita
Women are a complete mystery ~Hawking
Mungkin ada benarnya kata-kata dari Mas setip hawking ini, bahwa wanita merupakan misteri yang bahkan ilmuwan pun tak sanggup memecahkannya. Beragam ulasan, artikel, buku dan seminar membahas wanita dari berbagai sudut dan pandang. Saya sendiri seorang wanita, dan sampai sekarang saya tidak menganggap diri saya unik, karena bagi saya entah pria atau wanita bahkan hewan tercipta unik dan memiliki ciri khas tersendiri. Setiap mahluk hidup sama, bukan berarti saya hendak menyamakan secara harfiah, karena jelas-jelas berbeda, namun saya lebih menenkankan pada aspek bahwa yang membuat kita unik dan misterius adalah pikiran dan otak yang ada pada pribadi masing-masing, terutama alam pikiran seorang wanita.
Mungkin ada benarnya kata-kata dari Mas setip hawking ini, bahwa wanita merupakan misteri yang bahkan ilmuwan pun tak sanggup memecahkannya. Beragam ulasan, artikel, buku dan seminar membahas wanita dari berbagai sudut dan pandang. Saya sendiri seorang wanita, dan sampai sekarang saya tidak menganggap diri saya unik, karena bagi saya entah pria atau wanita bahkan hewan tercipta unik dan memiliki ciri khas tersendiri. Setiap mahluk hidup sama, bukan berarti saya hendak menyamakan secara harfiah, karena jelas-jelas berbeda, namun saya lebih menenkankan pada aspek bahwa yang membuat kita unik dan misterius adalah pikiran dan otak yang ada pada pribadi masing-masing, terutama alam pikiran seorang wanita.
Setiap
wanita tak sama sesuai dengan pola pikir, lingkungan, pendidikan dan
pola asuh. Itu yang menurut saya harus dicermati oleh kaum pria. Namun,
ada namunnya, sifat dasar yang melekat pada Wanita karena pengaruh
hormon dan sensitifitas nya sebagai seorang ibu sama. Pada dasarnya
wanita suka dipuji, dibelai, diajak ngobrol, dipeluk atau
kelembutan-kelembutan lain dari Prianya. Seharusnya sifat dasar inilah
yang dimengerti seorang pria. Kecenderungan seorang pria saat jatuh
cinta pada wanita, lebih kepada hal-hal yang bersifat material, mereka
entah melupakan atau memang tidak tahu bahwa wanita memiliki kebutuhan
dasar dan saya rasa semua wanita menginginkan itu. Pria cenderung
mengesampingkan faktor 'tak terlihat' dari wanita, yaitu tentang
memahami dan mengerti kebutuhan dasar dari wanita.
Ya, wanita mungkin suka perhiasan, baju, kosmetik dan kemewahan-kemewahan yang bersifat materi, namun pada tahap tertentu, wanita akan kembali pada kebutuhan dasar itu sendiri. Memahami wanita merupakan PR yang agak berat dari pria, tapi itu harus dipelajari.
Ada banyak ulasan serta artikel mengenai wanita, dan saya rasa tinggal gugling aja, mencoba memahami dan masuk dalam alam pikiran seorang wanita.
Yang saya tahu dan saya rasakan, perhatian-perhatian sederhana dari prialah yang membuat hati wanita gembira, tapi ingat, bukan perhatian yang terkesan seolah malah jadi teror, percayalah, kita tak akan pernah suka pada hal-hal yang terlalu berlebihan. Sapaan mesra, bbm kangen atau sekedar menanyakan sudah makan, sholat atau belum, mungkin terkesan sederhana dan remeh, tapi hal itu bisa menjadi semacam moodbooster wanita apalagi pesan sederhana tersebut dari pria yang dicintai.
Membantu pekerjaan rumah, mengajak ngobrol dan bergandengan tanganpun saya rasa menjadi pemicu wanita menjadi bahagia dan 'jinak'. Jinak dalam hal ini hatinya. Ketika hati wanita sudah pria lunakkan maka separuh dunia sudah dalam genggaman separuhnya lagi hobi..hahaha
Proses melunakkan hati wanita terutama dalam sebuah pernikahan dilakukan secara kontinyu, mengingat tugas wanita sendiri di rumah tidak mengenal hari libur dan tak bergaji, begitulah keluhan beberapa wanita, terutama saya..hueheu
Kerelaan hatinya, keikhlasannya dalam memberikan yang terbaik buat keluarga ditunjang oleh bagaimana prianya atau suaminya menstimulus hati dan jiwanya agar selalu gembira, wanita akan sangat rela hati, mempersembahkan hidupnya untuk pria yang mengerti dan memahami hatinya. Tentu saja tanpa mengesampingkan faktor kebutuhan jasmani dalam hal ini nafkah lahir dari suaminya.
Jadi, para pria atau suami jika ingin wanita mu jinak hatinya, sering sajalah mengajak ngobrol ringan, membantu pekerjaan rumahnya, memeluknya, menggandeng tangannya atau sekedar mengusap lembut rambutnya, dan tentu saja gaji bulanannya juga...heuheu
- Buat yang sudah menikah, yang jomblo, nikah gih -
Ya, wanita mungkin suka perhiasan, baju, kosmetik dan kemewahan-kemewahan yang bersifat materi, namun pada tahap tertentu, wanita akan kembali pada kebutuhan dasar itu sendiri. Memahami wanita merupakan PR yang agak berat dari pria, tapi itu harus dipelajari.
Ada banyak ulasan serta artikel mengenai wanita, dan saya rasa tinggal gugling aja, mencoba memahami dan masuk dalam alam pikiran seorang wanita.
Yang saya tahu dan saya rasakan, perhatian-perhatian sederhana dari prialah yang membuat hati wanita gembira, tapi ingat, bukan perhatian yang terkesan seolah malah jadi teror, percayalah, kita tak akan pernah suka pada hal-hal yang terlalu berlebihan. Sapaan mesra, bbm kangen atau sekedar menanyakan sudah makan, sholat atau belum, mungkin terkesan sederhana dan remeh, tapi hal itu bisa menjadi semacam moodbooster wanita apalagi pesan sederhana tersebut dari pria yang dicintai.
Membantu pekerjaan rumah, mengajak ngobrol dan bergandengan tanganpun saya rasa menjadi pemicu wanita menjadi bahagia dan 'jinak'. Jinak dalam hal ini hatinya. Ketika hati wanita sudah pria lunakkan maka separuh dunia sudah dalam genggaman separuhnya lagi hobi..hahaha
Proses melunakkan hati wanita terutama dalam sebuah pernikahan dilakukan secara kontinyu, mengingat tugas wanita sendiri di rumah tidak mengenal hari libur dan tak bergaji, begitulah keluhan beberapa wanita, terutama saya..hueheu
Kerelaan hatinya, keikhlasannya dalam memberikan yang terbaik buat keluarga ditunjang oleh bagaimana prianya atau suaminya menstimulus hati dan jiwanya agar selalu gembira, wanita akan sangat rela hati, mempersembahkan hidupnya untuk pria yang mengerti dan memahami hatinya. Tentu saja tanpa mengesampingkan faktor kebutuhan jasmani dalam hal ini nafkah lahir dari suaminya.
Jadi, para pria atau suami jika ingin wanita mu jinak hatinya, sering sajalah mengajak ngobrol ringan, membantu pekerjaan rumahnya, memeluknya, menggandeng tangannya atau sekedar mengusap lembut rambutnya, dan tentu saja gaji bulanannya juga...heuheu
- Buat yang sudah menikah, yang jomblo, nikah gih -
Senin, Juli 13, 2015
Rindu Seribu bulan
Kopiku tinggal tetes terakhir
Dan rupanya rindu masih bersarang di otakku
Lantunan ayat cinta dari Sang Maha Cinta
Menembus relung menuju segenap tubuh bagai aliran darah
Seribu kata dan puisi tak kan cukup
Menggambarkan rinduku di malam seribu bulan
Pusaran nafas melaju seiring denyut paru-paru
Memuji asma Sang Maha Cinta
Terangkat doa untuk insan yang mendamba rindu
Akankah angin yang nyaris tak bersuara malam ini
Mampu membawa ayat rindu ke dalam relung hatinya
Malam seribu bulan kan kulewati
Sembari menahan rindu yang kian menggebu
Dan rupanya rindu masih bersarang di otakku
Lantunan ayat cinta dari Sang Maha Cinta
Menembus relung menuju segenap tubuh bagai aliran darah
Seribu kata dan puisi tak kan cukup
Menggambarkan rinduku di malam seribu bulan
Pusaran nafas melaju seiring denyut paru-paru
Memuji asma Sang Maha Cinta
Terangkat doa untuk insan yang mendamba rindu
Akankah angin yang nyaris tak bersuara malam ini
Mampu membawa ayat rindu ke dalam relung hatinya
Malam seribu bulan kan kulewati
Sembari menahan rindu yang kian menggebu
Selasa, Juni 23, 2015
Semburat cinta
Dan kisah dua anak manusia yang tertatih-tatih meraih cinta, terus mengalun, bagai suara bening gamelan di malam pertama. Terkadang keengganan menyeruak tak tentu arah, pun geloranya membuncah tak terbendung, bagai derasnya air bah menyapu daratan. Hati mereka tak pernah rapuh oleh asa dan puisi kehidupan yang tersaji dalam aroma kopi hitam di pekat malam. Cinta mereka penuh tawa, senyum manja dan tetesan air mata. Walau kesedihanpun terkadang hadir tanpa permisi, tiba-tiba saja muncul bak hantu di malam keramat.
Untuk sesaat hati kedua insan yang dimabuk cinta itu seakan gamang, saat harapan harus berjibaku dengan ratapan dan tangisan manusia-manusia yang menjadi alasan mereka hadir ke dunia. Akankah mereka-mereka mengerti bahwa pecinta membutuhkan kesempatan dan tempat untuk dunianya sendiri. Ahh....kalian berdua egois, memperjuangkan kebahagiaan cinta kalian namun di sisi lain menghancurkan surga dan impian hati manusia-manusia lain.
Oh Tuhan....salahkah kami? teriak mereka berdua dalam hati dengan tangisan yang sesak dan tertahan di dada.
Tidak ada yang salah dan benar, semua hanya tentang persepsi dan keyakinan yang menggerakan hati dan langkahmu.
Cinta yang sejati harus mampu melewati ujiannya sendiri, mungkin..ya mungkin saja cinta kalian berdua ini harus diawali dengan sesuatu yang buruk, agar kelak pengalaman itu menguatkan biduk bahtera. Percayalah saja pada apa yang menjadi kata hatimu, karena hidup selalu penuh resiko dan pembelajaran.
Selama kalian saling menguatkan, saling bergenggaman tangan dan tak lelah memeluk satu sama lain, terus saja berjuang untuk kekasihmu. Bayangkan saja andai tiada hadirnya di sisi ranjangmu, jika kau rasa hampa dan tak bergairah kala mata terbuka, maka dialah yang menjadi alasan kesempurnaan perjalanan hidupmu dalam mencari Tuhan. Cinta itu saling membutuhkan bukan hanya sekedar menginginkan.
*puasa hari ke 6 dan aku bahagia*
Senin, Juni 22, 2015
Waktu, Momen, Cinta dan Spiritual
Memasuki Ramadhan hari ke lima, waktu terus berjalan. Terkadang ingatan tentang peristiwa atau momen spiritual terutama bulan Ramdhan membuat diri semakin mapan secara Spiritual. Kita selalu mengupayakan awal kebaikan di bulan Ramadhan, seperti awal berhijab, awal rajin sholat, atau memulai sesuatu berdasarkan momen dan waktu, bahkan ada sebagian orang yang menikah di bulan Ramdhan. Tidak salah memang, tapi tak sepenuhnya dibenarkan mengingat hidup kita hanya menunggu momen waktu kematian. Terkadang kita membutuhkan sebuah spirit, semangat momen atau waktu dalam memulai kebaikan, tapi bukankah kebaikan jangan ditunda-tunda?
Bagi sebagian orang yang sudah tidak memperdulikan sebuah momen romantisme akan menyegerakan segala hal yang berupa kebaikan. Sedekahnya nanti aja kalau Ramadhan, pahalanya meningkat tajam, seriuosly? Kita kadang terjebak pada pola pahala dosa dalam memaknai sebuah peribadatan, baik itu ibadah langsung atau tak langsung. Berhijabnya ntar aja nyari momen Ramadhan....heuheu
Oleh karena itu Tuhan sangat bermurah hati dengan segala cintaNya kepada mahluknya, kebaikan walau sekedar niat sudah menjadi amal baik, dicatat rapi oleh Malaikat Roqib. Dan niat dalam keburukan takkan ditulis Malaikat 'Atid sebelum itu terjadi.
Kembali pada ingatan-ingatan kita tentang rentang waktu lampau saat Ramadhan, bahkan di masa kanak-kanak. Bermain dengan riang gembira menunggu bedug magrib, berlarian menuju rumah saat suara adzan atau sirine menadakan waktu berbuka telah tiba. Segala jenis lauk sudah menumpuk sesak seakan mulut tak sabar untuk melahapnya. Es campur dengan sirup aneka rupa siap kita teguk. Kita yang masih menganut pola pikir anak seakan menjadikan momen puasa menjadi kegembiraan sekaligus kegetiran saat siang. Kegembiraan saat berbuka, taraweh dan membunyikan mercon, getir saat siang panas pulang sekolah di meja tiada makanan, ya iyalah...puasa...heuheu
Kemudian ingatan-ingatan tentang puasa masa remaja, masa kuliah atau bekerja di rantau orang atau saat puasa dengan pasangan masing-masing. Ada suka ada duka yang terus berputar di kepala kita, tapi sesedih apapun duka di masa lampau, saat kita mengingatnya selalu senyum yang menghiasi, betapa kita menjadi kuat, dan betapa kita konyol saat rapuh dan menangisinya.
Tak ada bahagia yang tertukar, pun tiada duka seawet formalin. Puasa menjadi momen tersendiri untuk mengingat kepingan-kepingan kisah lalu entah itu kebahagiaan atau kesedihan,yang kemudian spiritual kita menjadi penuh syukur bahwa Tuhan memberi kesempatan menikmati puasa tahun ini.
Cinta, rasa Spiritual akan makin meningkat dengan mengenang momen dan waktu terutama di bulan Ramdhan ini, tapi kebaikan jangan ditunda hanya karena kita menunggu sebuah momen. Kematian menjadi satu-satunya alasan kita harus segera melakukan kebaikan, menjadi upaya kita meraih cinta Tuhan dan kita menjadi manusia yang bijak secara pribadi, sosial dan spiritual.
Semoga ibadah kita baik yang langsung maupun tak langsung mendapat tempat di hadapan Tuhan, bukan hanya sekedar ritual kewajiban yang tidak menghasilkan apa yang di inginkan Tuhan kepada hambaNya. Ibadah sejatinya input, outputnya ada pada diri kita sendiri memaknai hidup, memaknai perilaku sosial kita menjadi Rahmat bagi lingkungan dan memaknai ibadah itu sendiri.
*puasa hari ke 5 rupa-rupa warnanya*
Bagi sebagian orang yang sudah tidak memperdulikan sebuah momen romantisme akan menyegerakan segala hal yang berupa kebaikan. Sedekahnya nanti aja kalau Ramadhan, pahalanya meningkat tajam, seriuosly? Kita kadang terjebak pada pola pahala dosa dalam memaknai sebuah peribadatan, baik itu ibadah langsung atau tak langsung. Berhijabnya ntar aja nyari momen Ramadhan....heuheu
Oleh karena itu Tuhan sangat bermurah hati dengan segala cintaNya kepada mahluknya, kebaikan walau sekedar niat sudah menjadi amal baik, dicatat rapi oleh Malaikat Roqib. Dan niat dalam keburukan takkan ditulis Malaikat 'Atid sebelum itu terjadi.
Kembali pada ingatan-ingatan kita tentang rentang waktu lampau saat Ramadhan, bahkan di masa kanak-kanak. Bermain dengan riang gembira menunggu bedug magrib, berlarian menuju rumah saat suara adzan atau sirine menadakan waktu berbuka telah tiba. Segala jenis lauk sudah menumpuk sesak seakan mulut tak sabar untuk melahapnya. Es campur dengan sirup aneka rupa siap kita teguk. Kita yang masih menganut pola pikir anak seakan menjadikan momen puasa menjadi kegembiraan sekaligus kegetiran saat siang. Kegembiraan saat berbuka, taraweh dan membunyikan mercon, getir saat siang panas pulang sekolah di meja tiada makanan, ya iyalah...puasa...heuheu
Kemudian ingatan-ingatan tentang puasa masa remaja, masa kuliah atau bekerja di rantau orang atau saat puasa dengan pasangan masing-masing. Ada suka ada duka yang terus berputar di kepala kita, tapi sesedih apapun duka di masa lampau, saat kita mengingatnya selalu senyum yang menghiasi, betapa kita menjadi kuat, dan betapa kita konyol saat rapuh dan menangisinya.
Tak ada bahagia yang tertukar, pun tiada duka seawet formalin. Puasa menjadi momen tersendiri untuk mengingat kepingan-kepingan kisah lalu entah itu kebahagiaan atau kesedihan,yang kemudian spiritual kita menjadi penuh syukur bahwa Tuhan memberi kesempatan menikmati puasa tahun ini.
Cinta, rasa Spiritual akan makin meningkat dengan mengenang momen dan waktu terutama di bulan Ramdhan ini, tapi kebaikan jangan ditunda hanya karena kita menunggu sebuah momen. Kematian menjadi satu-satunya alasan kita harus segera melakukan kebaikan, menjadi upaya kita meraih cinta Tuhan dan kita menjadi manusia yang bijak secara pribadi, sosial dan spiritual.
Semoga ibadah kita baik yang langsung maupun tak langsung mendapat tempat di hadapan Tuhan, bukan hanya sekedar ritual kewajiban yang tidak menghasilkan apa yang di inginkan Tuhan kepada hambaNya. Ibadah sejatinya input, outputnya ada pada diri kita sendiri memaknai hidup, memaknai perilaku sosial kita menjadi Rahmat bagi lingkungan dan memaknai ibadah itu sendiri.
*puasa hari ke 5 rupa-rupa warnanya*
Kamis, Juni 04, 2015
Catatan sebuah kardus
Sebuah kardus, merupakan dunia kotak yang mungkin sempit, hanya bisa
menampung seorang anak kecil. Tapi, bagi seorang anak sepertiku, dunia
kardus merupakan dunia yang penuh imajinasi. Jika yang pernah mengalami
masa kecil bermain dengan kardus, tentu akan merasakan betapa daya
imajinasi dan khayalan dunia dalam kardus begitu menyenangkan. Dunia yang diciptakan sendiri, tanpa ada orang yang mencibir, memusuhi bahkan membully.
Ketika pertama kali aku berjumpa dengan kotak kardusku, aku merasakan getaran-getaran indah melingkupi ruang hatiku. untuk beberapa saat aku memandang dia. Apa keistimewaaannya, sehingga mampu membuatku tertegun. Tiada yang istimewa, dia hanya sebuah kotak kardus televisi, yang hanya mampu menampung tubuh kecilku. tapi..seketika itu juga, aku jatuh cinta dan merasa bahwa dialah yang pantas mendapat kehormatan untuk berbagi dengan dunia imajinasiku. Kubawa kardus itu dengan riang gembira...Hatikupun bernyanyi, dan aku tak perduli lagi dengan alasan apapun, karena aku bahagia....
Di dalam kardus, aku bebas bercerita tentang kesedihan, kebahagiaan, atau pertanyaan-pertanyaan diri yang terkadang tak bisa dijawab oleh orang dewasa. Di dalam kotak kardus, aku bisa menangis, tanpa ada yang melihat. Aku bisa diam merenung untuk sesaat tanpa ada yang menatap dengan tatapan sinis. Dan ketika aku keluar dari kotak kardus, seakan bisa kuhadapi dunia. Aku tak butuh orang lain untuk berbagi kardus. karena aku yakin, kardusku tak kan muat untuk dimasuki 2 orang apalagi lebih. Aku tak butuh anak-anak lain untuk mengerti keanehan pola imajinasiku dan khayalanku. Kusimpan saja berdua dengan kotak kardusku.
Segala rahasia telah kubagi dengan kotak kardusku. Hari- hari setelah kulalui denga dunia nyataku dan bermain dengan anak-anak lain, aku selalu menyempatkan diri untuk sekedar menyapa dan masuk dalam dunia kardusku. Dunia yang kuciptakan sendiri. Aku bahagia.....
Dan tibalah, kala aku harus melepas kotak kardus kesayanganku, karena telah rusak terkena tetesan air hujan. Entahlah, seperti ada bagian dari kepingan hatiku ikut hilang, ketika onggokan kotak kardusku diambil pemulung. Aku menatap nanar, hampir saja jatuh air mataku. Aku kehilangan teman khayalanku, aku sedih kehilangan dunia yang aman, tanpa kekerasan, peperangan. Dan aku semakin sedih, akankah aku menemukan kotak kardus seperti dia.
Segala cara , kulakukan agar aku bisa menemukan dan mencari pengganti kotak kardusku. Tapi, tidak ada yang bisa menggantikannya, bahkan ketika aku mendapat yang lebih besar dan lebih bagus. Aku bingung, kenapa bisa begitu, seharusnya aku bahagia, mendapati kotak kardus baru yang lebih dari kotak kardusku yang lalu.
Hari itu, aku mendapat pelajaran hidup, tentang arti sebuah memiliki, siap memiliki siap pula mengakhiri. bahkan tangisan apapun tidak akan membuat apa yang telah pergi akan kembali, mungkin saja aku akan mendapat kardus baru atau teman imajinasiku yang lain. tapi, saat itu , aku belajar, bahwa ada kalanya, sesuatu memang tidak akan bisa terganti, akan tetap jadi memori indah dalam kepingan-kepingan hidup kita.
Hidup harus terus berjalan, dan aku tidak akan pernah lupa dengan kotak kardusku, teman yang tanpa suara, yang tidak akan pernah bisa dimengerti oleh orang dewasa. Aku berterima kasih atas kesetiaan, tempat dan dunia yang telah aku bagi dengan dia, dan aku pun takkan lupa dengan pelajaran tentang sebuah perjalanan hidup dari persahabatan aneh kami.
Pada akhirnya....akupun siap mencari teman khayalan lain, bukan berarti aku lupa pada kotak kardusku, tapi aku harus terus berjalan, menatap segala kemungkinan dan pelajaran hidup yang akan aku temui.
Dan......akupun mendpatkannya, sebuah Pohon Jambu didepan rumahku......
Ketika pertama kali aku berjumpa dengan kotak kardusku, aku merasakan getaran-getaran indah melingkupi ruang hatiku. untuk beberapa saat aku memandang dia. Apa keistimewaaannya, sehingga mampu membuatku tertegun. Tiada yang istimewa, dia hanya sebuah kotak kardus televisi, yang hanya mampu menampung tubuh kecilku. tapi..seketika itu juga, aku jatuh cinta dan merasa bahwa dialah yang pantas mendapat kehormatan untuk berbagi dengan dunia imajinasiku. Kubawa kardus itu dengan riang gembira...Hatikupun bernyanyi, dan aku tak perduli lagi dengan alasan apapun, karena aku bahagia....
Di dalam kardus, aku bebas bercerita tentang kesedihan, kebahagiaan, atau pertanyaan-pertanyaan diri yang terkadang tak bisa dijawab oleh orang dewasa. Di dalam kotak kardus, aku bisa menangis, tanpa ada yang melihat. Aku bisa diam merenung untuk sesaat tanpa ada yang menatap dengan tatapan sinis. Dan ketika aku keluar dari kotak kardus, seakan bisa kuhadapi dunia. Aku tak butuh orang lain untuk berbagi kardus. karena aku yakin, kardusku tak kan muat untuk dimasuki 2 orang apalagi lebih. Aku tak butuh anak-anak lain untuk mengerti keanehan pola imajinasiku dan khayalanku. Kusimpan saja berdua dengan kotak kardusku.
Segala rahasia telah kubagi dengan kotak kardusku. Hari- hari setelah kulalui denga dunia nyataku dan bermain dengan anak-anak lain, aku selalu menyempatkan diri untuk sekedar menyapa dan masuk dalam dunia kardusku. Dunia yang kuciptakan sendiri. Aku bahagia.....
Dan tibalah, kala aku harus melepas kotak kardus kesayanganku, karena telah rusak terkena tetesan air hujan. Entahlah, seperti ada bagian dari kepingan hatiku ikut hilang, ketika onggokan kotak kardusku diambil pemulung. Aku menatap nanar, hampir saja jatuh air mataku. Aku kehilangan teman khayalanku, aku sedih kehilangan dunia yang aman, tanpa kekerasan, peperangan. Dan aku semakin sedih, akankah aku menemukan kotak kardus seperti dia.
Segala cara , kulakukan agar aku bisa menemukan dan mencari pengganti kotak kardusku. Tapi, tidak ada yang bisa menggantikannya, bahkan ketika aku mendapat yang lebih besar dan lebih bagus. Aku bingung, kenapa bisa begitu, seharusnya aku bahagia, mendapati kotak kardus baru yang lebih dari kotak kardusku yang lalu.
Hari itu, aku mendapat pelajaran hidup, tentang arti sebuah memiliki, siap memiliki siap pula mengakhiri. bahkan tangisan apapun tidak akan membuat apa yang telah pergi akan kembali, mungkin saja aku akan mendapat kardus baru atau teman imajinasiku yang lain. tapi, saat itu , aku belajar, bahwa ada kalanya, sesuatu memang tidak akan bisa terganti, akan tetap jadi memori indah dalam kepingan-kepingan hidup kita.
Hidup harus terus berjalan, dan aku tidak akan pernah lupa dengan kotak kardusku, teman yang tanpa suara, yang tidak akan pernah bisa dimengerti oleh orang dewasa. Aku berterima kasih atas kesetiaan, tempat dan dunia yang telah aku bagi dengan dia, dan aku pun takkan lupa dengan pelajaran tentang sebuah perjalanan hidup dari persahabatan aneh kami.
Pada akhirnya....akupun siap mencari teman khayalan lain, bukan berarti aku lupa pada kotak kardusku, tapi aku harus terus berjalan, menatap segala kemungkinan dan pelajaran hidup yang akan aku temui.
Dan......akupun mendpatkannya, sebuah Pohon Jambu didepan rumahku......
Antara Kopi dingin dan secarik kertas
Kesekian kali kekasihku....
kuseduh kopi sambil menunggu datangmu
mata tak sanggup terpejam karena rinduku
menggebu diantara kepulan asap kopimu
Kupandang kedua cicak yang asyik bercumbu
Untuk sesaat aku iri dengan dunia mereka berdua
Yang tanpa malu.....masih saja berkejaran penuh cinta
Merayap diantara dinding-dinding pemisah antara kau dan aku
Rasa kantukpun mendera menanti hadirmu
Tak jua kau datang dengan segenap rasamu
Tak akan kutanya kenapa kau begitu lama
Karena tugas baktimu sungguh yang utama
Tiada kudengar derap langkahmu kekasih
Namun.....Tiba-tiba saja tubuhku sudah berada dalam peraduan rindu kita
Dan secarik kertas berada di tanganmu yang penuh lelah
kubaca pelan dan senyum ku merekah
sambil terus kupandangi lelapmu dan lelahmu
Kopiku yang dingin telah kau teguk
hanya menyisakan ampas
Kalau sudah begini.....bagaimana bisa aku tidak merindumu?
kuseduh kopi sambil menunggu datangmu
mata tak sanggup terpejam karena rinduku
menggebu diantara kepulan asap kopimu
Kupandang kedua cicak yang asyik bercumbu
Untuk sesaat aku iri dengan dunia mereka berdua
Yang tanpa malu.....masih saja berkejaran penuh cinta
Merayap diantara dinding-dinding pemisah antara kau dan aku
Rasa kantukpun mendera menanti hadirmu
Tak jua kau datang dengan segenap rasamu
Tak akan kutanya kenapa kau begitu lama
Karena tugas baktimu sungguh yang utama
Tiada kudengar derap langkahmu kekasih
Namun.....Tiba-tiba saja tubuhku sudah berada dalam peraduan rindu kita
Dan secarik kertas berada di tanganmu yang penuh lelah
kubaca pelan dan senyum ku merekah
sambil terus kupandangi lelapmu dan lelahmu
Kopiku yang dingin telah kau teguk
hanya menyisakan ampas
Kalau sudah begini.....bagaimana bisa aku tidak merindumu?
Sabtu, April 11, 2015
Senja berguguran.....
Senja berteman kerinduan
ingin kubagi bersama secangkir kopi
tapi terasa hambar.....
Bukan karena kopi beraroma sendu
Hanya hati yang makin tak menentu
Ingin ku berkisah tentang sebuah kasih
Pada kupu-kupu kertas
pada seekor belalang
atau pada cicak yang menatap nanar
Berulang kali menjauh ingatan dari tatapan matamu
Makin ku pergi makin kuat mencengkeram
bagai mata elang yang sigap menerkam mangsa
yang terlihat di malam pekat
Andai daun-daun berguguran ini
membawa sebuah permintaan
satu saja.....
Bolehkah aku meminta bahagia
Namun rupa-rupanya...
Daun-daun ini bukan pesan dari Langit
Dia hanya sebatas daun yang rela jatuh dari tangkai
hanya untuk sekedar menjadi penyubur inangnya
atau terbang entah kemana tanpa tujuan
kemudian membusuk dan menyatu ke dalam Tanah
Serupa itukah jiwaku.....???
ingin kubagi bersama secangkir kopi
tapi terasa hambar.....
Bukan karena kopi beraroma sendu
Hanya hati yang makin tak menentu
Ingin ku berkisah tentang sebuah kasih
Pada kupu-kupu kertas
pada seekor belalang
atau pada cicak yang menatap nanar
Berulang kali menjauh ingatan dari tatapan matamu
Makin ku pergi makin kuat mencengkeram
bagai mata elang yang sigap menerkam mangsa
yang terlihat di malam pekat
Andai daun-daun berguguran ini
membawa sebuah permintaan
satu saja.....
Bolehkah aku meminta bahagia
Namun rupa-rupanya...
Daun-daun ini bukan pesan dari Langit
Dia hanya sebatas daun yang rela jatuh dari tangkai
hanya untuk sekedar menjadi penyubur inangnya
atau terbang entah kemana tanpa tujuan
kemudian membusuk dan menyatu ke dalam Tanah
Serupa itukah jiwaku.....???
Kamis, April 09, 2015
Kekasih Malamku
Bila waktu berkenan..
Aku akan datang ke kota'mu..
Mencoba mengukir kisah tentang kita..
Sembari menghitung kerlap-kerlip lampu kota...
Agar apa yang kita mulai dengan cahaya cinta yang maya..
Bisa membawa bahagia bersama malam..
Aku akan datang sendiri..
Berkejaran dengan mimpi.
Karena perjalanan ini...
Telah membekukan hari-hariku..
Walau dalam antrian panjang..
Kutuliskan semua ini hanya untukmu..
Kekasih malam'ku...
(13 Juli 2014,,, antara aku, kau dan cerita malam....)
Aku akan datang ke kota'mu..
Mencoba mengukir kisah tentang kita..
Sembari menghitung kerlap-kerlip lampu kota...
Agar apa yang kita mulai dengan cahaya cinta yang maya..
Bisa membawa bahagia bersama malam..
Aku akan datang sendiri..
Berkejaran dengan mimpi.
Karena perjalanan ini...
Telah membekukan hari-hariku..
Walau dalam antrian panjang..
Kutuliskan semua ini hanya untukmu..
Kekasih malam'ku...
(13 Juli 2014,,, antara aku, kau dan cerita malam....)
Senin, Maret 23, 2015
Kenangan di Cangkir Kopi
Masih ingatkah kau malam itu...?
Dialog malam yg telah membuka suatu cumbuan...
Hingga malam pun bisu melihat kita bercumbu...
Bukan dia tak mengerti bahasaku....
Tapi, lantaran buta melihat warna percakapanku dengan mu...
Tak kurasa satu minggu telah berlalu...
Masih saja ku ingat senyum di wajahmu...
Cangkir kopi yg menjadi saksi bisu...
Terima kasih kamu...
Terima kasih atas hadirmu malam itu...
(Kota Tua, 21 Maret 2015)
Arjuna Ireng
Kamis, Maret 05, 2015
Pada sebuah ranjang
Jika sebuah hasrat hanya bertumpu pada lekuk tubuh...apalah arti sebuah cinta
Jika sepotong nafsu yang menggebu dan menggelora tak didasari hati....
maka kehancuran diri yang sudah menanti
Telah ku berikan segala resah dan gelisah malam-malamku pada desahan yang kian memburu
Tak kubiarkan ia menjadi milik selimut yang setia menempel di tubuh kita
Ia milikmu seutuhnya kekasih.....
Aku tak berdaya dengan guling yang memisahkan raga kita
Kita hanya saling berpandangan dan terus saja berbicara di atas peraduan yang temaram
Dan akupun terlena dengan tawamu dan suaramu yang seksi
Tapi bukan itu....
percayalah bukan itu saat kuletakkan hatiku di hatimu
Pikiran dan semua hal di otakmu tentangku yang membuat hasratku milikmu seutuhnya....
Jika sepotong nafsu yang menggebu dan menggelora tak didasari hati....
maka kehancuran diri yang sudah menanti
Telah ku berikan segala resah dan gelisah malam-malamku pada desahan yang kian memburu
Tak kubiarkan ia menjadi milik selimut yang setia menempel di tubuh kita
Ia milikmu seutuhnya kekasih.....
Aku tak berdaya dengan guling yang memisahkan raga kita
Kita hanya saling berpandangan dan terus saja berbicara di atas peraduan yang temaram
Dan akupun terlena dengan tawamu dan suaramu yang seksi
Tapi bukan itu....
percayalah bukan itu saat kuletakkan hatiku di hatimu
Pikiran dan semua hal di otakmu tentangku yang membuat hasratku milikmu seutuhnya....
Perempuan berkerudung senja
Dan kadang keraguan itu muncul, menutupi keyakinan yang beberapa jam lalu sudah terpatri dan berbuncah
Tapi bukankah gunung pun yang seakan kokoh akan terbang bagai kapas di udara saat Terompet Sangkakala bergemuruh
Atau lautan yang tenang berombak ombak bisa tumpah ruah ke dataran memporak-porandakkan apa saja dihadapannya
Hati manusia mudah berubah-ubah oleh perasaan-perasaan yang tak tentu
Seumpama kepak kupu-kupu kertas yang hinggap dari satu putik dan benangsari pada bunga-bunga mekar
Mungkin kokohnya hati harus banyak belajar pada otot-otot kaki kuda yang kencang berderap-derap
Kecintaan pada lari hingga kuda-kuda melaju tak kenal lelah walau tanpa cambuk-cambuk
Hati yang mencinta pada yang fana pasti musnah
Hati yang merindu pada fisik rupawan pasti kan sirna
Rasa pada jiwa-jiwa yang tulus seakan abadi, bahkan surgapun menanti
Senja berkerudung jingga pada perempuan yang sedang belajar menerima cinta
Pada mayang hitam panjang yang tersapu angin sore itu.....wajah teduhnya seakan samar oleh dukanya pada cinta yang tak bertepi, pada rindunya yang menyayat hati
Hanya Dia, kegamangan hatinya dan senja bersemburat jingga yang mampu mengerti airmata duka yang tak sempat terjatuh dari kedua pipinya....
Tapi bukankah gunung pun yang seakan kokoh akan terbang bagai kapas di udara saat Terompet Sangkakala bergemuruh
Atau lautan yang tenang berombak ombak bisa tumpah ruah ke dataran memporak-porandakkan apa saja dihadapannya
Hati manusia mudah berubah-ubah oleh perasaan-perasaan yang tak tentu
Seumpama kepak kupu-kupu kertas yang hinggap dari satu putik dan benangsari pada bunga-bunga mekar
Mungkin kokohnya hati harus banyak belajar pada otot-otot kaki kuda yang kencang berderap-derap
Kecintaan pada lari hingga kuda-kuda melaju tak kenal lelah walau tanpa cambuk-cambuk
Hati yang mencinta pada yang fana pasti musnah
Hati yang merindu pada fisik rupawan pasti kan sirna
Rasa pada jiwa-jiwa yang tulus seakan abadi, bahkan surgapun menanti
Senja berkerudung jingga pada perempuan yang sedang belajar menerima cinta
Pada mayang hitam panjang yang tersapu angin sore itu.....wajah teduhnya seakan samar oleh dukanya pada cinta yang tak bertepi, pada rindunya yang menyayat hati
Hanya Dia, kegamangan hatinya dan senja bersemburat jingga yang mampu mengerti airmata duka yang tak sempat terjatuh dari kedua pipinya....
Pada Tegukan Kopi Rindu
Aku rindu pada sajak-sajak cinta yang kau rangkai untukku
Aku rindu pada puisi-puisi kehidupan yang kau kirimkan padaku
Kisah kasih yang tiada sangka berawal dari mana
Indah merasuk dalam relung hati kita
Tiba-tiba saja seluruh rasa terjatuh pada pesona hatimu
Kau bagai pangeran kunang-kunang setia menemani malam sunyiku
Sinarmu walau redup tertelan pekat malam berkilau laksana manik-manik mutiara khatulistiwa
Secangkir kopi hitam nan pahit kemudian terasa manis di lidah
Entah karna aku jatuh cinta atau mungkin diselingi kecupan manismu diantara tegukan demi tegukan
Kini....kau hasratku, kau gairahku, kau kerlingan mataku
Dan kaupun menjelma menjadi bait-bait menguntai sepanjang langkahku
Tetaplah seperti itu.....
Aku rindu pada puisi-puisi kehidupan yang kau kirimkan padaku
Kisah kasih yang tiada sangka berawal dari mana
Indah merasuk dalam relung hati kita
Tiba-tiba saja seluruh rasa terjatuh pada pesona hatimu
Kau bagai pangeran kunang-kunang setia menemani malam sunyiku
Sinarmu walau redup tertelan pekat malam berkilau laksana manik-manik mutiara khatulistiwa
Secangkir kopi hitam nan pahit kemudian terasa manis di lidah
Entah karna aku jatuh cinta atau mungkin diselingi kecupan manismu diantara tegukan demi tegukan
Kini....kau hasratku, kau gairahku, kau kerlingan mataku
Dan kaupun menjelma menjadi bait-bait menguntai sepanjang langkahku
Tetaplah seperti itu.....
Kau ini...
Pagi ini, kau katupkan kedua bibirmu
Kau silangkan tanganmu yang tegap diantara kedua dadamu
Ahhh....kekasihku
Sampai kapan wajah garangmu kan menghiasi hariku
Kata maaf sepertinya tak mempan lagi walau sekedar sesungging senyum
Secangkir kopi hitam pun lancar membasahi lehermu yang seksi
Tapi kerlingan matamu di pagi hari kok masih saja pelit kau bagi untukku?
Mungkin sebait dua bait puisi kan mencairkan rasa gundahmu
Kekasih......kuharap di peraduan malam kita nanti
Pelukan dan bisikan mesramu hadir kembali menghiasi ranjang kita
27 Februari
Kau silangkan tanganmu yang tegap diantara kedua dadamu
Ahhh....kekasihku
Sampai kapan wajah garangmu kan menghiasi hariku
Kata maaf sepertinya tak mempan lagi walau sekedar sesungging senyum
Secangkir kopi hitam pun lancar membasahi lehermu yang seksi
Tapi kerlingan matamu di pagi hari kok masih saja pelit kau bagi untukku?
Mungkin sebait dua bait puisi kan mencairkan rasa gundahmu
Kekasih......kuharap di peraduan malam kita nanti
Pelukan dan bisikan mesramu hadir kembali menghiasi ranjang kita
27 Februari
Senin, Februari 16, 2015
Film PK (PeeKay)
Kesan saya setelah melihat film ini Cuma satu : luar biasa.
Ide-ide yang ditampilkan dalam proses pencarian Tuhan sangat lucu, menggugah, tanpa
menggurui atau terkesan suci namun tepat
sasaran. Bagaimana seorang PK yang artinya dalam bahasa Hindi Pemabuk (PeeKay)
, mencari remote kontrol pesawat luar angkasanya agar dia bisa kembali ke
Planet tempat tinggalnya.
Pada awalnya ,PK ini, tanpa sengaja mendarat di Planet bumi
di sebuah desa padang pasir dalam keadaan telanjang, hanya membawa sebuah
remote kontrol, alat untuk memanggil kembali pesawatnya. Yang kemudian saya
analogikan dengan kehadiran kita di dunia dalam keadaan telanjang tanpa apapun,
hanya membawa sebuah pesan ruh dari perjanjian kita sewaktu di dalam kandungan
dengan Sang Pencipta, dimana segala hal sudah digariskan dan ditakdirkan untuk
kita, itu menurut agama yang saya anut..
:)
Masalah dan kompleksitas serta kelucuan seorang PK ini pun
muncul saat remote kontrol tersebut dicuri oleh orang yang pertama kali dia
temui. Telanjang dan tanpa remote kontrol, PK berjuang mencari remote kontrol
dengan berbagai cara, hingga dia menemukan bahwa satu-satunya cara orang di
dunia ketika tiada lagi pertolongan hadir, maka Tuhanlah sebagai jawaban atas
segala persoalan. Mulailah seorang PK ini mencari Tuhan. Dia pun makin
dibingungkan dengan cara berpikir manusia tentang Tuhan yang berbeda-beda, hingga
seorang PK ini melaksanakan semua ajaran Agama agar Tuhan segera mengembalikan
remote kontrolnya. “Aku hanya ingin pulang Tuhan”....dan kedua air matapun
meleleh.
Kelucuan, tawa, keluguan pertanyaan atas berbagai persepsi
manusia tentang Tuhan mengalir ringan, menggugah diri tentang sejatinya
eksistensi Tuhan itu sendiri. Ada satu konsep di dalam film ini yang layak
direnungkan, tentang arti “Salah Sambung” cara kita berkomunikasi dengan Tuhan
dan Alam semesta. Kita sebagai manusia dengan angkuhnya seakan menjadi wakil
Tuhan yang berhak menghukum dan menyalahkan orang yang tidak sejalan dengan
pemikiran kita tentang Tuhan itu sendiri. Jika kita kemudian pada akhirnya
menjadi seorang Muslim dan menyakini bahwa Agama kita sebagai satu-satunya yang
benar di mata Allah, Tuhan kita, bukankah umat lain yang mempercayai Tuhan
mereka sendiri juga bisa mengatakan hal demikian, bahwa agama merekalah yang
benar dan pemeluk lain salah. Pesan inilah yang kemudian menjadi renungan bagi
diri kita sendiri tentang makna beragama itu sendiri. Manusia dilahirkan tanpa
tanda apapun bahwa kita ini Muslim, Kristen, Hindu, budha atau agama apapun.
Manusia terlahir suci dan bersih, yang kemudian oleh kedua orang tuanyalah
diperkenalkan agama yang dianut oleh kedua orang tuanya. Ini sebuah kenyataan
hidup, dan kemudian dalam proses pencarian Tuhan, manusia menemukan jalannya
masing-masing. Ada yang terus mengikuti agama orang tuanya, ada yang kemudian
menemukan makna beragama dan Tuhan setelah mengalami serangkaian panjang
cerita, hingga menemukan Tuhan sesuai persepsi dan keyakinan. Jika anda
termasuk orang yang masih berpikiran sempit tentang proses pencarian Tuhan
versi PK ini, maka jangan nonton film ini, anda akan makin skeptis dan mulai
menganggap bahwa pembuat film ini seorang atheis, liberal, antek Yahudi atau apapun
persepsi “salah sambung”. Jika anda seorang yang ringan dalam beragama, penuh
kasih dan memaknai sebuah eksistensi Tuhan dengan pemikiran terbuka, maka film
ini akan jadi tontonan menarik sekaligus memberikan gambaran seorang PK yang
tersesat di dunia dalam menemukan Tuhan dan Cinta kasih sejati.
Kita lahir didunia tanpa apapun, tanpa tanda agama apapun.
Perjalanan hiduplah yang membuat kita mencari dan meyakini salah satu agama
yang kita anut. Yakinilah, percayailah agama kita dengan sebaik-baiknya,
jalankan sesuai dengan perintah dan jauhi semua larangannya. Namun, jangan
kemudian kita menjadi pribadi yang seakan dekat dengan Tuhan dalam ritual
ibadah, namun jauh dari kasih sayang kepada sesama dan mahluk Tuhan lainnya.
Agama mungkin berbeda, bahasa mungkin tak sama, bahkan suku dan bangsa membuat
kita asing, namun ada satu sifat dari Tuhan yang dapat diterima oleh semua
mahluk Tuhan, yaitu Kasih Sayang.
Saya menangis, tertawa sekaligus tertawa menangis melihat
film ini. Dan saya tidak heran, film PK ini ditentang di negara pembuatnya
karena mengkritik pola para pemuka agama dalam ‘mengajarkan’ dan ‘mengenalkan’ Tuhan
menurut persepsi mereka . Heuheu......
Ibe – 16 Februari 2015
Sabtu, Februari 14, 2015
Yang Kedua.....
Dalam perjalanan hidup hingga di titik ini, tak pernah kusangka bahwa aku akan menjadi wanita kedua dalam hidupmu. Yang harus rela menjadi sekedar pelipur sepimu di kota Metropolitan. Gundah hati antara terus mencintaimu dan rasa bersalah pada wanitamu di sudut kota itu, membuat semuanya serba abu-abu. Kata orang cinta harus diperjuangkan, kata pujangga, ketika kau jatuh cinta, rengkuhlah walau duri-duri tajam kan menggores dibalik sayap indahnya. Aku sungguh mencintaimu dalam rupa dan hatimu, dalam kesederhanaanmu, dalam segala hal yang menempel di tubuhmu. Dan kaupun mencintaiku dalam segala kegilaanku diantara cintamu pada wanitamu.
Pada satu sisi aku sangat bahagia menerima kehadiranmu dalam hidupku, tapi ketika kulihat wajah tak berdosa dia, hatiku semakin sakit bagai tersayat seribu sembilu, dan makin pilu saat kau hujani aku dengan rindu, seumpama cuka yang disiram diatas luka.
Terkadang ingin kukatakan padamu, agar kau kembali saja dengan satu wanita, iya...wanitamu disana. Namun, mampukah aku menjalani hari-hari tanpa tawa kita, tanpa kekonyolan kita tanpa tegur sapa. Oh Tuhan, betapa hina aku mencuri sebagian hatimu dari dia.
Melepaskanmu sama saja melepaskan sebagian dari diriku. Dan aku harus mampu hidup dengan sebagian itu. Mengumpulkan seluruh energi dan sisa hati agar suatu saat nanti, aku bisa melepasmu dengan kerelaan dan keikhlasan.
Ketika saat itu tiba,segala pesonamu semoga tak menggoyahkan langkahku, demi kebahagiaan keluarga kecilmu yang telah kau bangun bersama dia.
Kekasih, bukan aku tak mencintaimu, percayalah melepasmu merupakan hal terakhir yang akan aku lakukan. Ada sebuah kehidupan lain yang aku ganggu, ada sebuah hati tak berdoa yang telah aku usik. Aku akan merusak keseimbangan alam semesta jika terus seperti ini.
Kekasih, aku sungguh mendambamu melebihi semua hal yang aku inginkan, aku ingin bersamamu bahkan hingga jika surga itu ada, aku ingin bersamamu dalam keabadiannya. Engkaulah duniaku, tempat dimana aku menghirup udara kehidupan bersama semesta. Sungguh aku tak ingin berpisah denganmu, tapi aku harus.
Pergilah dan pulanglah kembali kau dengannya, aku tetap merindukanmu dengan sisa umur yang kumiliki. Biar Tuhan saja yang menghiburku kala aku merindukanmu dalam deraian airmataku.
Pada satu sisi aku sangat bahagia menerima kehadiranmu dalam hidupku, tapi ketika kulihat wajah tak berdosa dia, hatiku semakin sakit bagai tersayat seribu sembilu, dan makin pilu saat kau hujani aku dengan rindu, seumpama cuka yang disiram diatas luka.
Terkadang ingin kukatakan padamu, agar kau kembali saja dengan satu wanita, iya...wanitamu disana. Namun, mampukah aku menjalani hari-hari tanpa tawa kita, tanpa kekonyolan kita tanpa tegur sapa. Oh Tuhan, betapa hina aku mencuri sebagian hatimu dari dia.
Melepaskanmu sama saja melepaskan sebagian dari diriku. Dan aku harus mampu hidup dengan sebagian itu. Mengumpulkan seluruh energi dan sisa hati agar suatu saat nanti, aku bisa melepasmu dengan kerelaan dan keikhlasan.
Ketika saat itu tiba,segala pesonamu semoga tak menggoyahkan langkahku, demi kebahagiaan keluarga kecilmu yang telah kau bangun bersama dia.
Kekasih, bukan aku tak mencintaimu, percayalah melepasmu merupakan hal terakhir yang akan aku lakukan. Ada sebuah kehidupan lain yang aku ganggu, ada sebuah hati tak berdoa yang telah aku usik. Aku akan merusak keseimbangan alam semesta jika terus seperti ini.
Kekasih, aku sungguh mendambamu melebihi semua hal yang aku inginkan, aku ingin bersamamu bahkan hingga jika surga itu ada, aku ingin bersamamu dalam keabadiannya. Engkaulah duniaku, tempat dimana aku menghirup udara kehidupan bersama semesta. Sungguh aku tak ingin berpisah denganmu, tapi aku harus.
Pergilah dan pulanglah kembali kau dengannya, aku tetap merindukanmu dengan sisa umur yang kumiliki. Biar Tuhan saja yang menghiburku kala aku merindukanmu dalam deraian airmataku.
Jumat, Februari 13, 2015
Sajak Emperan Sang Arjuna
Duhai penyejuk hatiku.....
Tak pernah kusangka, raga kita kan berjarak ratusan kilometer
Berpisah jauh dari mu, serasa beku dalam relung hatiku
Di tiap sudut lampu-lampu indah kota ini
Yang kudamba hangat sentuhan hatimu
Tawa-tawa kecil tunas kita yang sedang bertumbuh
Demi sebuah tugas dan bakti dharma
Kita relakan jarak menghujam raga
Ketika pilihan bukan sebuah pilihan
ketika demokrasi menjadi semu dalam nasib kita
Aku dan seragam ini merindu sentuhan halusmu
Merindu dekapan kecil tangan-tangan mungil yang bergelanyut manja di dada
Ketegaran ini hanya sebuah kamuflase
Agar tiada beban bersarang di hatimu
Lantunan sajak-sajak cinta kepada Tuhanmu, kuharap itu yang menguatkan kita
Ini hanya sementara, Tuhan tak pernah lelah memberi isyarat cinta-Nya
Ahh...baru juga beberapa minggu, tapi lambat kurasa detik demi detik dikota megah ini
Tunggu saja kepulanganku adinda....
walau hanya sesaat aku menatapmu dan wajah tanpa dosa itu
Kurasa...itu cukup menjadi pelipur gundah dharmaku di kota sibuk
Doa kita yang akan saling menguatkan
Tak pernah kusangka, raga kita kan berjarak ratusan kilometer
Berpisah jauh dari mu, serasa beku dalam relung hatiku
Di tiap sudut lampu-lampu indah kota ini
Yang kudamba hangat sentuhan hatimu
Tawa-tawa kecil tunas kita yang sedang bertumbuh
Demi sebuah tugas dan bakti dharma
Kita relakan jarak menghujam raga
Ketika pilihan bukan sebuah pilihan
ketika demokrasi menjadi semu dalam nasib kita
Aku dan seragam ini merindu sentuhan halusmu
Merindu dekapan kecil tangan-tangan mungil yang bergelanyut manja di dada
Ketegaran ini hanya sebuah kamuflase
Agar tiada beban bersarang di hatimu
Lantunan sajak-sajak cinta kepada Tuhanmu, kuharap itu yang menguatkan kita
Ini hanya sementara, Tuhan tak pernah lelah memberi isyarat cinta-Nya
Ahh...baru juga beberapa minggu, tapi lambat kurasa detik demi detik dikota megah ini
Tunggu saja kepulanganku adinda....
walau hanya sesaat aku menatapmu dan wajah tanpa dosa itu
Kurasa...itu cukup menjadi pelipur gundah dharmaku di kota sibuk
Doa kita yang akan saling menguatkan
Kisah Cinta Ali dengan Fatimah Azzahra
Ada rahasia terdalam di hati
‘Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah. Karib kecilnya,
puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh
memesonanya. Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya.
Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka
memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta. Ia bersihkan
hati-hati, ia seka dengan penuh cinta. Ia bakar perca, ia tempelkan ke
luka untuk menghentikan darah ayahnya.Semuanya dilakukan dengan mata
gerimis dan hati menangis. Muhammad ibn ’Abdullah Sang Tepercaya tak
layak diperlakukan demikian oleh kaumnya! Maka gadis cilik itu bangkit.
Gagah ia berjalan menuju Ka’bah. Di sana, para pemuka Quraisy yang
semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba
dicekam diam. Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti,
tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali.
‘Ali tak tahu apakah rasa itu bisa disebut cinta. Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan. Fathimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi. Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah. Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak diragukan; Abu Bakr Ash Shiddiq, Radhiyallaahu ’Anhu.
”Allah mengujiku rupanya”, begitu batin ’Ali.Ia merasa diuji karena merasa apalah ia dibanding Abu Bakr. Kedudukan di sisi Nabi? Abu Bakr lebih utama, mungkin justru karena ia bukan kerabat dekat Nabi seperti ’Ali, namun keimanan dan pembelaannya pada Allah dan RasulNya tak tertandingi. Lihatlah bagaimana Abu Bakr menjadi kawan perjalanan Nabi dalam hijrah sementara ’Ali bertugas menggantikan beliau untuk menanti maut di ranjangnya.
Lihatlah juga bagaimana Abu Bakr berda’wah. Lihatlah berapa banyak tokoh bangsawan dan saudagar Makkah yang masuk Islam karena sentuhan Abu Bakr; ’Utsman, ’Abdurrahman ibn ’Auf, Thalhah, Zubair, Sa’d ibn Abi Waqqash, Mush’ab.. Ini yang tak mungkin dilakukan kanak-kanak kurang pergaulan seperti ’Ali.
Lihatlah berapa banyak budak Muslim yang dibebaskan dan para faqir yang dibela Abu Bakr; Bilal, Khabbab, keluarga Yassir, ’Abdullah ibn Mas’ud.. Dan siapa budak yang dibebaskan ’Ali? Dari sisi finansial, Abu Bakr sang saudagar, insya Allah lebih bisa membahagiakan Fathimah.
’Ali hanya pemuda miskin dari keluarga miskin. ”Inilah persaudaraan dan cinta”, gumam ’Ali.”Aku mengutamakan Abu Bakr atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku.”Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian, atau pengorbanan.
Beberapa waktu berlalu, ternyata Allah menumbuhkan kembali tunas harap di hatinya yang sempat layu.Lamaran Abu Bakr ditolak. Dan ’Ali terus menjaga semangatnya untuk mempersiapkan diri. Ah, ujian itu rupanya belum berakhir. Setelah Abu Bakr mundur, datanglah melamar Fathimah seorang laki-laki lain yang gagah dan perkasa, seorang lelaki yang sejak masuk Islamnya membuat kaum Muslimin berani tegak mengangkat muka, seorang laki-laki yang membuat syaithan berlari takut dan musuh- musuh Allah bertekuk lutut.
’Umar ibn Al Khaththab. Ya, Al Faruq, sang pemisah kebenaran dan kebathilan itu juga datang melamar Fathimah. ’Umar memang masuk Islam belakangan, sekitar 3 tahun setelah ’Ali dan Abu Bakr. Tapi siapa yang menyangsikan ketulusannya? Siapa yang menyangsikan kecerdasannya untuk mengejar pemahaman? Siapa yang menyangsikan semua pembelaan dahsyat yang hanya ’Umar dan Hamzah yang mampu memberikannya pada kaum muslimin? Dan lebih dari itu, ’Ali mendengar sendiri betapa seringnya Nabi berkata, ”Aku datang bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku keluar bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku masuk bersama Abu Bakr dan ’Umar..”
Betapa tinggi kedudukannya di sisi Rasul, di sisi ayah Fathimah. Lalu coba bandingkan bagaimana dia berhijrah dan bagaimana ’Umar melakukannya. ’Ali menyusul sang Nabi dengan sembunyi-sembunyi, dalam kejaran musuh yang frustasi karena tak menemukan beliau Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam. Maka ia hanya berani berjalan di kelam malam. Selebihnya, di siang hari dia mencari bayang-bayang gundukan bukit pasir. Menanti dan bersembunyi.’Umar telah berangkat sebelumnya. Ia thawaf tujuh kali, lalu naik ke atas Ka’bah. ”Wahai Quraisy”, katanya. ”Hari ini putera Al Khaththab akan berhijrah. Barangsiapa yang ingin isterinya menjanda, anaknya menjadi yatim, atau ibunya berkabung tanpa henti, silakan hadang ’Umar di balik bukit ini!” ’Umar adalah lelaki pemberani. ’Ali, sekali lagi sadar. Dinilai dari semua segi dalam pandangan orang banyak, dia pemuda yang belum siap menikah. Apalagi menikahi Fathimah binti Rasulillah! Tidak. ’Umar jauh lebih layak. Dan ’Ali ridha.
Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan. Itulah keberanian. Atau mempersilakan. Yang ini pengorbanan.Maka ’Ali bingung ketika kabar itu meruyak. Lamaran ’Umar juga ditolak.
Menantu macam apa kiranya yang dikehendaki Nabi? Yang seperti ’Utsman sang miliarderkah yang telah menikahi Ruqayyah binti Rasulillah? Yang seperti Abul ’Ash ibn Rabi’kah, saudagar Quraisy itu, suami Zainab binti Rasulillah? Ah, dua menantu Rasulullah itu sungguh membuatnya hilang kepercayaan diri.Di antara Muhajirin hanya ’Abdurrahman ibn ’Auf yang setara dengan mereka. Atau justru Nabi ingin mengambil menantu dari Anshar untuk mengeratkan kekerabatan dengan mereka? Sa’d ibn Mu’adzkah, sang pemimpin Aus yang tampan dan elegan itu? Atau Sa’d ibn ’Ubaidah, pemimpin Khazraj yang lincah penuh semangat itu?”Mengapa bukan engkau yang mencoba kawan?”, kalimat teman-teman Ansharnya itu membangunkan lamunan. ”Mengapa engkau tak mencoba melamar Fathimah? Aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu Baginda Nabi.. ””Aku?”, tanyanya tak yakin.”Ya. Engkau wahai saudaraku!””Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa kuandalkan?””Kami di belakangmu, kawan! Semoga Allah menolongmu!”’Ali pun menghadap Sang Nabi. Maka dengan memberanikan diri, disampaikannya keinginannya untuk menikahi Fathimah. Ya, menikahi. Ia tahu, secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya. Hanya ada satu set baju besi di sana ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya. Tapi meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap? Itu memalukan! Meminta Fathimah menantikannya di batas waktu hingga ia siap? Itu sangat kekanakan. Usianya telah berkepala dua sekarang.”Engkau pemuda sejati wahai ’Ali!”, begitu nuraninya mengingatkan. Pemuda yang siap bertanggungjawab atas cintanya. Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan- pilihannya. Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya. Lamarannya berjawab, ”Ahlan wa sahlan!” Kata itu meluncur tenang bersama senyum Sang Nabi.Dan ia pun bingung. Apa maksudnya? Ucapan selamat datang itu sulit untuk bisa dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan. Ah, mungkin Nabi pun bingung untuk menjawab. Mungkin tidak sekarang. Tapi ia siap ditolak. Itu resiko. Dan kejelasan jauh lebih ringan daripada menanggung beban tanya yang tak kunjung berjawab. Apalagi menyimpannya dalam hati sebagai bahtera tanpa pelabuhan. Ah, itu menyakitkan.”Bagaimana jawab Nabi kawan? Bagaimana lamaranmu?””Entahlah..””Apa maksudmu?””Menurut kalian apakah ’Ahlan wa Sahlan’ berarti sebuah jawaban!””Dasar tolol! Tolol!”, kata mereka,”Eh, maaf kawan.. Maksud kami satu saja sudah cukup dan kau mendapatkan dua! Ahlan saja sudah berarti ya. Sahlan juga. Dan kau mendapatkan Ahlan wa Sahlan kawan! Dua-duanya berarti ya !”Dan ’Ali pun menikahi Fathimah. Dengan menggadaikan baju besinya. Dengan rumah yang semula ingin disumbangkan ke kawan-kawannya tapi Nabi berkeras agar ia membayar cicilannya. Itu hutang.Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu Bakr, ’Umar, dan Fathimah. Dengan keberanian untuk menikah. Sekarang. Bukan janji-janji dan nanti-nanti.
’Ali adalah gentleman sejati. Tidak heran kalau pemuda Arab memiliki yel, “Laa fatan illa ‘Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali Ali!” Inilah jalan cinta para pejuang. Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggung jawab. Dan di sini, cinta tak pernah meminta untuk menanti. Seperti ’Ali. Ia mempersilakan. Atau mengambil kesempatan. Yang pertama adalah pengorbanan. Yang kedua adalah keberanian.
Dan ternyata tak kurang juga yang dilakukan oleh Putri Sang Nabi, dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari (setelah mereka menikah) Fathimah berkata kepada ‘Ali, “Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali jatuh cinta pada seorang pemuda ”‘Ali terkejut dan berkata, “kalau begitu mengapa engkau mau manikah denganku? dan Siapakah pemuda itu?”Sambil tersenyum Fathimah berkata, “Ya, karena pemuda itu adalah Dirimu.”
Kemudian Nabi saw bersabda: “ Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla memerintahkan aku untuk menikahkan Fatimah puteri Khadijah dengan Ali bin Abi Thalib, maka saksikanlah sesungguhnya aku telah menikahkannya dengan maskawin empat ratus Fidhdhah (dalam nilai perak), dan Ali ridha (menerima) mahar tersebut.”
Kemudian Rasulullah saw. mendoakan keduanya:“ Semoga Allah mengumpulkan kesempurnaan kalian berdua, membahagiakan kesungguhan kalian berdua, memberkahi kalian berdua, dan mengeluarkan dari kalian berdua kebajikan yang banyak.”
(Kitab Ar-Riyadh An-Nadhrah 2:183, Bab 4).
‘Ali tak tahu apakah rasa itu bisa disebut cinta. Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan. Fathimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi. Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah. Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak diragukan; Abu Bakr Ash Shiddiq, Radhiyallaahu ’Anhu.
”Allah mengujiku rupanya”, begitu batin ’Ali.Ia merasa diuji karena merasa apalah ia dibanding Abu Bakr. Kedudukan di sisi Nabi? Abu Bakr lebih utama, mungkin justru karena ia bukan kerabat dekat Nabi seperti ’Ali, namun keimanan dan pembelaannya pada Allah dan RasulNya tak tertandingi. Lihatlah bagaimana Abu Bakr menjadi kawan perjalanan Nabi dalam hijrah sementara ’Ali bertugas menggantikan beliau untuk menanti maut di ranjangnya.
Lihatlah juga bagaimana Abu Bakr berda’wah. Lihatlah berapa banyak tokoh bangsawan dan saudagar Makkah yang masuk Islam karena sentuhan Abu Bakr; ’Utsman, ’Abdurrahman ibn ’Auf, Thalhah, Zubair, Sa’d ibn Abi Waqqash, Mush’ab.. Ini yang tak mungkin dilakukan kanak-kanak kurang pergaulan seperti ’Ali.
Lihatlah berapa banyak budak Muslim yang dibebaskan dan para faqir yang dibela Abu Bakr; Bilal, Khabbab, keluarga Yassir, ’Abdullah ibn Mas’ud.. Dan siapa budak yang dibebaskan ’Ali? Dari sisi finansial, Abu Bakr sang saudagar, insya Allah lebih bisa membahagiakan Fathimah.
’Ali hanya pemuda miskin dari keluarga miskin. ”Inilah persaudaraan dan cinta”, gumam ’Ali.”Aku mengutamakan Abu Bakr atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku.”Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian, atau pengorbanan.
Beberapa waktu berlalu, ternyata Allah menumbuhkan kembali tunas harap di hatinya yang sempat layu.Lamaran Abu Bakr ditolak. Dan ’Ali terus menjaga semangatnya untuk mempersiapkan diri. Ah, ujian itu rupanya belum berakhir. Setelah Abu Bakr mundur, datanglah melamar Fathimah seorang laki-laki lain yang gagah dan perkasa, seorang lelaki yang sejak masuk Islamnya membuat kaum Muslimin berani tegak mengangkat muka, seorang laki-laki yang membuat syaithan berlari takut dan musuh- musuh Allah bertekuk lutut.
’Umar ibn Al Khaththab. Ya, Al Faruq, sang pemisah kebenaran dan kebathilan itu juga datang melamar Fathimah. ’Umar memang masuk Islam belakangan, sekitar 3 tahun setelah ’Ali dan Abu Bakr. Tapi siapa yang menyangsikan ketulusannya? Siapa yang menyangsikan kecerdasannya untuk mengejar pemahaman? Siapa yang menyangsikan semua pembelaan dahsyat yang hanya ’Umar dan Hamzah yang mampu memberikannya pada kaum muslimin? Dan lebih dari itu, ’Ali mendengar sendiri betapa seringnya Nabi berkata, ”Aku datang bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku keluar bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku masuk bersama Abu Bakr dan ’Umar..”
Betapa tinggi kedudukannya di sisi Rasul, di sisi ayah Fathimah. Lalu coba bandingkan bagaimana dia berhijrah dan bagaimana ’Umar melakukannya. ’Ali menyusul sang Nabi dengan sembunyi-sembunyi, dalam kejaran musuh yang frustasi karena tak menemukan beliau Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam. Maka ia hanya berani berjalan di kelam malam. Selebihnya, di siang hari dia mencari bayang-bayang gundukan bukit pasir. Menanti dan bersembunyi.’Umar telah berangkat sebelumnya. Ia thawaf tujuh kali, lalu naik ke atas Ka’bah. ”Wahai Quraisy”, katanya. ”Hari ini putera Al Khaththab akan berhijrah. Barangsiapa yang ingin isterinya menjanda, anaknya menjadi yatim, atau ibunya berkabung tanpa henti, silakan hadang ’Umar di balik bukit ini!” ’Umar adalah lelaki pemberani. ’Ali, sekali lagi sadar. Dinilai dari semua segi dalam pandangan orang banyak, dia pemuda yang belum siap menikah. Apalagi menikahi Fathimah binti Rasulillah! Tidak. ’Umar jauh lebih layak. Dan ’Ali ridha.
Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan. Itulah keberanian. Atau mempersilakan. Yang ini pengorbanan.Maka ’Ali bingung ketika kabar itu meruyak. Lamaran ’Umar juga ditolak.
Menantu macam apa kiranya yang dikehendaki Nabi? Yang seperti ’Utsman sang miliarderkah yang telah menikahi Ruqayyah binti Rasulillah? Yang seperti Abul ’Ash ibn Rabi’kah, saudagar Quraisy itu, suami Zainab binti Rasulillah? Ah, dua menantu Rasulullah itu sungguh membuatnya hilang kepercayaan diri.Di antara Muhajirin hanya ’Abdurrahman ibn ’Auf yang setara dengan mereka. Atau justru Nabi ingin mengambil menantu dari Anshar untuk mengeratkan kekerabatan dengan mereka? Sa’d ibn Mu’adzkah, sang pemimpin Aus yang tampan dan elegan itu? Atau Sa’d ibn ’Ubaidah, pemimpin Khazraj yang lincah penuh semangat itu?”Mengapa bukan engkau yang mencoba kawan?”, kalimat teman-teman Ansharnya itu membangunkan lamunan. ”Mengapa engkau tak mencoba melamar Fathimah? Aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu Baginda Nabi.. ””Aku?”, tanyanya tak yakin.”Ya. Engkau wahai saudaraku!””Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa kuandalkan?””Kami di belakangmu, kawan! Semoga Allah menolongmu!”’Ali pun menghadap Sang Nabi. Maka dengan memberanikan diri, disampaikannya keinginannya untuk menikahi Fathimah. Ya, menikahi. Ia tahu, secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya. Hanya ada satu set baju besi di sana ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya. Tapi meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap? Itu memalukan! Meminta Fathimah menantikannya di batas waktu hingga ia siap? Itu sangat kekanakan. Usianya telah berkepala dua sekarang.”Engkau pemuda sejati wahai ’Ali!”, begitu nuraninya mengingatkan. Pemuda yang siap bertanggungjawab atas cintanya. Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan- pilihannya. Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya. Lamarannya berjawab, ”Ahlan wa sahlan!” Kata itu meluncur tenang bersama senyum Sang Nabi.Dan ia pun bingung. Apa maksudnya? Ucapan selamat datang itu sulit untuk bisa dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan. Ah, mungkin Nabi pun bingung untuk menjawab. Mungkin tidak sekarang. Tapi ia siap ditolak. Itu resiko. Dan kejelasan jauh lebih ringan daripada menanggung beban tanya yang tak kunjung berjawab. Apalagi menyimpannya dalam hati sebagai bahtera tanpa pelabuhan. Ah, itu menyakitkan.”Bagaimana jawab Nabi kawan? Bagaimana lamaranmu?””Entahlah..””Apa maksudmu?””Menurut kalian apakah ’Ahlan wa Sahlan’ berarti sebuah jawaban!””Dasar tolol! Tolol!”, kata mereka,”Eh, maaf kawan.. Maksud kami satu saja sudah cukup dan kau mendapatkan dua! Ahlan saja sudah berarti ya. Sahlan juga. Dan kau mendapatkan Ahlan wa Sahlan kawan! Dua-duanya berarti ya !”Dan ’Ali pun menikahi Fathimah. Dengan menggadaikan baju besinya. Dengan rumah yang semula ingin disumbangkan ke kawan-kawannya tapi Nabi berkeras agar ia membayar cicilannya. Itu hutang.Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu Bakr, ’Umar, dan Fathimah. Dengan keberanian untuk menikah. Sekarang. Bukan janji-janji dan nanti-nanti.
’Ali adalah gentleman sejati. Tidak heran kalau pemuda Arab memiliki yel, “Laa fatan illa ‘Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali Ali!” Inilah jalan cinta para pejuang. Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggung jawab. Dan di sini, cinta tak pernah meminta untuk menanti. Seperti ’Ali. Ia mempersilakan. Atau mengambil kesempatan. Yang pertama adalah pengorbanan. Yang kedua adalah keberanian.
Dan ternyata tak kurang juga yang dilakukan oleh Putri Sang Nabi, dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari (setelah mereka menikah) Fathimah berkata kepada ‘Ali, “Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali jatuh cinta pada seorang pemuda ”‘Ali terkejut dan berkata, “kalau begitu mengapa engkau mau manikah denganku? dan Siapakah pemuda itu?”Sambil tersenyum Fathimah berkata, “Ya, karena pemuda itu adalah Dirimu.”
Kemudian Nabi saw bersabda: “ Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla memerintahkan aku untuk menikahkan Fatimah puteri Khadijah dengan Ali bin Abi Thalib, maka saksikanlah sesungguhnya aku telah menikahkannya dengan maskawin empat ratus Fidhdhah (dalam nilai perak), dan Ali ridha (menerima) mahar tersebut.”
Kemudian Rasulullah saw. mendoakan keduanya:“ Semoga Allah mengumpulkan kesempurnaan kalian berdua, membahagiakan kesungguhan kalian berdua, memberkahi kalian berdua, dan mengeluarkan dari kalian berdua kebajikan yang banyak.”
(Kitab Ar-Riyadh An-Nadhrah 2:183, Bab 4).
Valentine
Kebetulan saya ini bukan tipe orang yg latah sok-sok an nentang valentine
atau ikut-ikutan valentinan, biasa aja, yang mau sayang-sayangan besok di hari
valentine monggo, yang tidak suka ya silahkan. Bagi saya yang utama adalah
sikap menghormati. Sebenarnya kalau dilihat dari segi etika sosial dan
pergaulan, sah-sah saja kok kalau misal kita ingin sekedar berbagi kasih sayang dengan
kekasih, keluarga atau sahabat. Menjadi agak anu dan sedikit
kontroversial ketika ada sebagian orang yang mengartikan valentine sebagai
hari dimana pasangan yang belum sah memadu kasih. saya kira, kalau merujuk
hanya pada hal itu saja terlalu picik, karena di hari-hari lain pun
bukannya seperti itu juga? Jangan dianggap serius opini iseng ini, hanya
sekedar share tentang fenomena valentin-valentinan ini.
Saya pribadi pernah menjadi remaja lucu nan imut dan menggemaskan yang pernah berangan diajak candle light dinner sama pasangan, dikasih surprise coklat, bunga atau pernak pernik lucu dari pasangan. Tentu saja di iringi music romantis, membicarakan apa saja dan bercanda berdua dengan yang tersayang di hari Valentine...hahaha
Tapi pikiran saya waktu itu yang kebetulan tidak berniat memiliki pacar kalo belum kuliah/Kerja menjadikan momen lucu tersebut untuk sekedar berbagi rasa dengan adik. Membeli coklat berdua, coklat ayam jago... :D , menyewa film komedi romantis dan asyik mengomentari film serta bercanda berdua. Menikmati masa muda bersama keluarga, yang terbiasa sibuk dengan aktivitas sekolah, ortu bekerja, saya pikir tidak ada salahnya ketika ada budaya lucu dari barat sana yang mengkhususkan hari kasih sayang. Ini bukan tentang kita ikut-ikutan budaya barat atau apalah namanya, bagi saya pribadi semacam letupan kasih sayang kita kepada keluarga tentu saja. Yang artinya, menyayangi bukan hanya pada hari valentine, menyayangi itu tentang sikap dan rasa yang kita berikan setiap saat pada keluarga atau pasangan.
Saya pernah memiliki kenangan pas di hari Valentine membeli coklat choki-choki yang kemudian saya bagikan pada murid-murid mengaji saya, keceriaan dan kegirangan mereka menjadi semacam magnet bagi saya sendiri bahwa berbagi Kasih sayang itu menenangkan hati, menyegarkan jiwa yang egois, mengalirkan sifat Rahman dan Rahim Tuhan itu sendiri. Jadi jangan menganggap sebuah hari spesial itu momok menakutkan, menanggapi secara santai dan ringan lebih enak.
Setiap hari adalah hari Kasih dan Sayang sebagai pengejawantahan dari sifat Rahman dan Rahim Tuhan. Mengasihi dan menyayangi merupakan eksistensi diri kita sebagai Mahluk Tuhan tanpa atau adanya hari Valentine-valentinan. Jadi ada atau tidak hari Valentine, kita manusia sudah memiliki sifat tersebut, sifat yang diberikan dari Tuhan Yang Maha Rahman dan Rahim.
Dan bagi saya pribadi, budaya barat tersebut hanya sebagai reminder bahwa terkadang diperlukan momen spesial untuk berbagi dengan keluarga , kekasih dan pasangan kita. Selama tidak menabrak Norma agama yang kita anut.
Sekian, selamat bulan Februari yang penuh Kasih.....Semoga Kasih Sayang Tuhan selalu menyertai gerak langkah kita.
Ibe 13 Februari 2015
Saya pribadi pernah menjadi remaja lucu nan imut dan menggemaskan yang pernah berangan diajak candle light dinner sama pasangan, dikasih surprise coklat, bunga atau pernak pernik lucu dari pasangan. Tentu saja di iringi music romantis, membicarakan apa saja dan bercanda berdua dengan yang tersayang di hari Valentine...hahaha
Tapi pikiran saya waktu itu yang kebetulan tidak berniat memiliki pacar kalo belum kuliah/Kerja menjadikan momen lucu tersebut untuk sekedar berbagi rasa dengan adik. Membeli coklat berdua, coklat ayam jago... :D , menyewa film komedi romantis dan asyik mengomentari film serta bercanda berdua. Menikmati masa muda bersama keluarga, yang terbiasa sibuk dengan aktivitas sekolah, ortu bekerja, saya pikir tidak ada salahnya ketika ada budaya lucu dari barat sana yang mengkhususkan hari kasih sayang. Ini bukan tentang kita ikut-ikutan budaya barat atau apalah namanya, bagi saya pribadi semacam letupan kasih sayang kita kepada keluarga tentu saja. Yang artinya, menyayangi bukan hanya pada hari valentine, menyayangi itu tentang sikap dan rasa yang kita berikan setiap saat pada keluarga atau pasangan.
Saya pernah memiliki kenangan pas di hari Valentine membeli coklat choki-choki yang kemudian saya bagikan pada murid-murid mengaji saya, keceriaan dan kegirangan mereka menjadi semacam magnet bagi saya sendiri bahwa berbagi Kasih sayang itu menenangkan hati, menyegarkan jiwa yang egois, mengalirkan sifat Rahman dan Rahim Tuhan itu sendiri. Jadi jangan menganggap sebuah hari spesial itu momok menakutkan, menanggapi secara santai dan ringan lebih enak.
Setiap hari adalah hari Kasih dan Sayang sebagai pengejawantahan dari sifat Rahman dan Rahim Tuhan. Mengasihi dan menyayangi merupakan eksistensi diri kita sebagai Mahluk Tuhan tanpa atau adanya hari Valentine-valentinan. Jadi ada atau tidak hari Valentine, kita manusia sudah memiliki sifat tersebut, sifat yang diberikan dari Tuhan Yang Maha Rahman dan Rahim.
Dan bagi saya pribadi, budaya barat tersebut hanya sebagai reminder bahwa terkadang diperlukan momen spesial untuk berbagi dengan keluarga , kekasih dan pasangan kita. Selama tidak menabrak Norma agama yang kita anut.
Sekian, selamat bulan Februari yang penuh Kasih.....Semoga Kasih Sayang Tuhan selalu menyertai gerak langkah kita.
Ibe 13 Februari 2015
Kamis, Februari 12, 2015
Merindu
Aku jatuh cinta pada siluet hatimu yang maya
Aku jatuh rindu pada debaran jiwa
Yang kau kirimkan dalam hembusan suara
Aku terjerembab rasa pada gerak yang belum nyata
Sudikah dirimu meredamnya
Dalam rupa yang kasat mata
Manik-manik yang mengurai kemaren tahun
Kau rangkai menjadi kalung rindu
Kau susun dengan benang hasrat menggebu
Hingga untaiannya tersusun laksana jalur sutra
Semoga tak mudah rapuh ditelan tsunami waktu dan bosan
Tlah kuserahkan segala hasratku pada tubuhmu
Kapan kah kan kau jemput dengan suka citamu
Rengkuhlah selagi nafasku masih memburu
Dan hujan rindu masih terus membasahi kalbu
Aku jatuh rindu pada debaran jiwa
Yang kau kirimkan dalam hembusan suara
Aku terjerembab rasa pada gerak yang belum nyata
Sudikah dirimu meredamnya
Dalam rupa yang kasat mata
Manik-manik yang mengurai kemaren tahun
Kau rangkai menjadi kalung rindu
Kau susun dengan benang hasrat menggebu
Hingga untaiannya tersusun laksana jalur sutra
Semoga tak mudah rapuh ditelan tsunami waktu dan bosan
Tlah kuserahkan segala hasratku pada tubuhmu
Kapan kah kan kau jemput dengan suka citamu
Rengkuhlah selagi nafasku masih memburu
Dan hujan rindu masih terus membasahi kalbu
cinta tanpa cumbu
Ingin kupeluk hujan deras sore ini
Ingin kureguk air keberkahan dari Sang Khalik
Ingin kumenari dalam rintik
Hingga sekujur tubuh basah berderai
Namun ternyata raga masih berdiam disini
Tak sejengkal langkah beranjak pada hujan
Entah gerangan apa hingga hanya mata yang kian nanar
Melihat setiap bulir deras yang seakan berlomba dari langit menyemai bumi
Serupa itu segala hasrat bergolak dalam tubuh
Bergetar, berapi-api dan meletup-letup
Namun seakan tak kuasa melawan takdir dan waktu
Kita sepasang pengecut yang dimabuk cinta tanpa cumbu
Ingin kureguk air keberkahan dari Sang Khalik
Ingin kumenari dalam rintik
Hingga sekujur tubuh basah berderai
Namun ternyata raga masih berdiam disini
Tak sejengkal langkah beranjak pada hujan
Entah gerangan apa hingga hanya mata yang kian nanar
Melihat setiap bulir deras yang seakan berlomba dari langit menyemai bumi
Serupa itu segala hasrat bergolak dalam tubuh
Bergetar, berapi-api dan meletup-letup
Namun seakan tak kuasa melawan takdir dan waktu
Kita sepasang pengecut yang dimabuk cinta tanpa cumbu
Senin, Februari 09, 2015
Wanita Taurus
Taurus adalah simbol kepastian dan kehendak yang kuat. Taurus biasanya
berjuang untuk mendapatkan rasa aman batiniah dan jasmaniah. Mereka
memiliki selera tinggi pada pakaian, lukisan, barang-barang antik dan
barang-barang mewah lainnya. Cita rasa Taurus sangat tinggi, namun
cenderung konservatif. Mereka sangat menikmati alunan melodi dan musik
yang indah. Taurus suka menolong orang lain dan tidak mudah marah.
Mereka tidak suka didesak dan cenderung keras kepala bila terus menerus
didesak. Para Taurus cenderung setia, stabil dan sabar, meskipun kadang
mereka keras kepala. Mereka memiliki pandangan yang baik untuk meraih
tujuan mereka sehingga mereka cukup berhasil. Mereka gigih pada
keputusan yang telah diambil dan tidak ada seorangpun yang dapat merubah
pendiriannya. Karena Taururs tidak suka didesak, maka banyak yang
menjulukinya si Lamban. Namun demikian, kamu dapat mempercayakannya
dalam membantumu keluar dari masalah. Mereka bukan tipe orang yang mudah
melanggar janji dan mundur dari suatu keyakinan, dan mereka memiliki
stamina dan ketekunan untuk bertahan dari lawan-lawannya. Kekuasaan
Taurus sangat hebat sehingga mereka tidak mudah gagal dalam hidupnya.
Umumnya sangat setia kepada sahabat-sahabatnya dan sangat mencintai keluarganya sanggup membela secara gigih, berani dan bertanggung jawab. Sabar, namun bila marah membahayakan. Tidak suka pada hal yang kecil dan sepele. Suka membangun sesuatu yang diharapkan akan kekal. Perasaannya halus sehingga dapat merasakan kesulitan orang lain dan selalu ingin menolong. Firasatnya tajam dan cepat mengetahui sifat orang yang dihadapinya. Pada umumnya bekerja lamban, tetapi kalau sudah mau bekerja, ia akan bekerja keras dan kadang-kadang sampai di luar kekuatannya. Wanita Taurus adalah tipe penyabar dan memiliki pendirian dan keinginan yang kuat. Dengan kelebihan yang mereka miliki ini , mereka merasa mampu untuk melakukan segalanya sendiri dan berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai cita-citanya.
Wanita Taurus adalah wanita yang unik juga tipe wanita yang sangat sulit untuk jatuh cinta karena mereka menyukai pria yang memiliki kualitas diri, berwibawa, pintar dan dapat memberi pengaruh positif padanya. Mereka akan terlihat berbeda dengan wanita lainnya karena mereka memang ingin selalu berbeda. Secara fisik , wanita Taurus terlahir dengan garis wajah yang kuat yang dapat menunjukkan determinasi diri yang tinggi. Dengan keinginan untuk berhasil yang tinggi inilah mereka merasa lebih, Ia bukanlah tipe wanita rumahan dan mereka juga bukanlah seorang yang romantis yang suka mendengar kata-kata cinta dari lawan jenisnya (catat tuh...), Wanita Taurus dapat menjadi sangat manis dan menyenangkan tapi sewaktu-waktu mereka dapat menjadi wanita yang dingin. Wanita Taurus juga pemegang rekor teratas untuk perceraian (jangan sampe dech), karena mereka selalu mengingat cinta pertamanya (masak sih?...) karena dia tidak perduli mengenai apa yang dipikirkan orang lain mengenai dirinya, tetapi ia berpikir bahwa segala sesuatu harus dilakukan demi “Kebahagiaan”. Ia memiliki banyak teman dan ia yakin dengan kemampuan dirinya sendiri, maka anda akan sangat sering melihat dia berhenti untuk berpikir sebelum melakukan sesuatu. dan mereka juga memiliki fans atau penggemar yang senantiasa siap melamarnya.
Kalau kamu ingin menarik perhatiannya dengan menjauh darinya , wah kamu salah besar (yupss bener....) karena wanita Taurus lebih tidak perduli dibandingkan yang kamu harapkan. Yang lebih parah lagi adalah mereka dapat menjalin hubungan dengan orang lain padahal kamu masih berpacaran dengannya. Mengapa ? karena mereka merasa kamu tidak memiliki karakter dan kamu tidak memiliki sesuatu yang spesial dalam diri kamu atau dia merasa tidak nyaman dengan sifatmu. Ia adalah orang yang selalu berubah. Jika dia marah, ia tidak akan memperlihatkannya, dan akan memendamnya sendiri untuk waktu lama, dan akan mengingatnya satu persatu dengan tajam. Jika dia benar benar marah kepada anda, anda akan menjadi orang yang benar-benar asing untuk dia. Ia adalah orang yang sabar, tetapi selalu membutuhkan hal baru yang dapat menarik perhatiannya. Ia mungkin saja jatuh cinta kepada anda hari ini, dan di hari berikutnya ia dapat bertindak seakan-akan tidak pernah mencintai anda sama sekali. Ia memiliki kesabaran dengan apa yang ia ingin lakukan dan tidak akan pernah menyerah sampai ia berhasil mencapainya. Ia akan sangat terfokus akan pekerjaannya sampai ia memiliki alasan kuat untuk menghentikan proyek yang ditanganinya. Uang bagi wanita Taurus bukanlah faktor paling penting dalam kehidupan. Ia berpikir bahwa uang hanyalah cara untuk mendapatkan kehidupan yang layak. Ia merasa lebih puas ketika berhasil mencapai tujuannya daripada hidup ditengah kemewahan dan baju indah.
Jika anda menyukai wanita yang banyak berpikir mengenai cinta dan romansa, maka anda memilih cewek yang salah. Anda tidak akan pernah dapat menahannya dirumah, ia suka bekerja dan tidak suka bekerja di dalam rumah. Ia suka hewan dan suka dikelilingi hewan. Cinta ada dikepalanya, tetapi Kebebasan ada dalam jiwanya. Ia memiliki ide sendiri mengenai cinta dan takut untuk menunjukkan perasaannya yang paling dalam karena takut ditolak. Ia bukan tipe yang suka berbicara mengenai cinta, tetapi ia memiliki cara yang khusus untuk menunjukkannya. Ia tidak pandai menunjukkan kapan ia jatuh cinta, tetapi
jika ia mencintai anda, ia akan benar-benar jujur kepada anda, lebih jujur daripada wanita lainnya. Ia akan jujur kepada orang yang dicintainya, tetapi pada saat itu juga ia kelihatan seakan menjauh. Anda akan memiliki hubungan baik dengannya, jika anda memberikan kebebasan. Jangan paksa dia untuk bermain dalam permainan poker yang ia benci, tapi biarkan dia pergi bersama teman-temannya jika ia memang ingin. Ia akan sangat berbeda dengan kebanyakan cewek, dan dia berpikir bahwa berbeda adalah salah satu keunikan dia. Ia adalah figur publik, tetapi tidak dimiliki oleh siapapun. Ia tidak akan bersama dengan anda jika dipikirnya anda tidak tulus. Ia menyukai tipe cowok yang memiliki karakter, tetapi bukan karakter yang menyaingi dirinya.
Jika anda seorang politikus yang sedang mencari istri, ia akan sangat cocok, karena ia cerdas dan dapat bergaul dengan baik dengan berbagai lapisan masyarakat. Ia juga bukan tipe pencemburu, karena ia harus tahu secara menyeluruh sebelum menerima anda dalam kehidupannya. Ia memiliki keingintahuan yang lebih hebat mengenai kehidupan daripada sekedar bertanya tanya apakah anda sekarang sedang main mata dengan orang lain. Jika anda menjaga jarak darinya, atau pergi selama beberapa hari, ia akan lebih tidak memperdulikan anda. Bahkan ketika sedang berpacaran dengan anda, ia juga dapat menyukai orang lain, jika anda tidak memiliki sesuatu yang ia cari. Ia tidak akan pernah mengecewakan anda atau
bersembunyi di belakang anda untuk mempermalukan anda, tetapi ia adalah tipe wanita yang akan mengatakan langsung kepada anda “Kita lebih baik putus.”
Ia dapat menjadi orang yang manis dan lucu, tetapi kemudian menjadi dingin dan keras. Dia memiliki gaya sendiri dalam berdandan.Anda dapat melihatnya berdandan seperti orang kuno, tapi besok ia tampil bagaikan berasal dari planet Mars. Ia akan mengatur rambutnya dengan cara yang unik, demikian pula dengan busana dan dandanannya. Ia suka mempelajari mimpi dan pemikiran anda. Ia suka menggoda anda dan bercanda dengan anda. Jika ia melakukan sesuatu yang salah, maka ia tidak akan menyembunyikannya kepada anda. Tetapi jangan bertanya mengenai hal itu, jika ia sedang tidak berminat membicarakannya kepada anda. Ia tidak suka meminjam uang, dan menganggap semua janji serius. Jika anda berjanji akan membayar kembali, sebaiknya anda melakukannya. Jika anda ingin berhasil dengan wanita Taurus, maka jangan pernah cemburuan atau posesif.
Jangan berpikiran sempit, jangan mengkritik hal-hal remeh dan tidak penting. Cobalah menyukai semua temannya, dan biarkan dia memiliki saat pribadinya, maka ia akan menjadi sangat manis kepada anda. Wanita yang gemar pada keindahan ini pintar menciptakan persahabatan. Dia akan betah duduk berjam-jam sambil mendengarkan cerita dan segala macam persoalan Anda. Bagaimanapun juga, seandainya Anda hanya butuh simpati, dia akan memberikan apa yang Anda harapkan. Namun bila dia sungguh-sungguh tertarik dan merasa bahwa ada cara untuk membantu, maka dia akan berusaha membantu tanpa peduli betapa sulit persoalan itu. Dia memang jenis wanita yang selalu siap menghadapi orang dengan aneka kecemasan dan ketegangan, dan bisa dengan mudah membuat mereka kembali menjadi santai. Meskipun begitu, terhadap teman dia bisa bersikap begitu posesif, dan akan menempatkan diri sebagai penasehat Anda. Ia akan berusaha keras meyakinkan Anda bahwa dia tahu bagaimana cara menemukan kunci hidup bahagia bagi Anda. Dan Anda pun tahu, 99 persen yang dikatakannya memang benar.
Anda pun akan tahu bila mengenalnya lebih jauh, bahwa Taurus adalah orang yang tidak suka bergantung pada soal-soal kecil. Wanita ini berpembawaan tenang, kalem, dan memiliki semacam mesin logika yang kuat. Ini membingkai dirinya dalam setiap upaya mencapai tujuan. Dia sangat ulet tapi tidak suka pada perubahan. Namun bila Anda tidak hati-hati, mungkin tanpa sengaja Anda bohong padanya, Anda tak sempat menunggu kemarahannya. Asal Anda tahu, wanita ini bisa demikian marah jika Anda tidak menepati janji atau bohong atau menggagalkan rencana kerja kemanusiaannya. Dan naik pitamnya hanya akan reda bila ada alasan yang bisa diterima akalnya.
Aku tertarik dengan artikel ini lalu aku kumpulin dari berbagai sumber dari beberapa blog terus ku rangkum jadi satu dech karena menurutku kebenarannya mencapai 99.99% karena aku sendiri berzodiak Taurus jadi speechless bacanya karena aku bangeeeet....walaupun karakter wanita Taurus lumayan rumit ada beberapa hal yang dapat saya bilang dan saya ketahui sendiri kalau wanita Taurus itu memiliki prinsip yang kuat juga sangat Setia pada perasaannya terhadap seseorang yang ia cintai walaupun ia kurang bisa mengekspresikannya ketika ia benar-benar merasa jatuh cinta padanya dan ia sangat menghargai orang-orang disekitarnya sehingga wanita taurus memiliki banyak teman, dia akan merasa marah apabila ada orang yang berbicara buruk mengenai teman dan keluarganya. Dan jangan pernah membatasinya dalam berteman apalagi posesif karena itu merupakan hal yang paling ia tidak sukai dan perlahan-lahan ia akan menjauhi anda. sekian.
Umumnya sangat setia kepada sahabat-sahabatnya dan sangat mencintai keluarganya sanggup membela secara gigih, berani dan bertanggung jawab. Sabar, namun bila marah membahayakan. Tidak suka pada hal yang kecil dan sepele. Suka membangun sesuatu yang diharapkan akan kekal. Perasaannya halus sehingga dapat merasakan kesulitan orang lain dan selalu ingin menolong. Firasatnya tajam dan cepat mengetahui sifat orang yang dihadapinya. Pada umumnya bekerja lamban, tetapi kalau sudah mau bekerja, ia akan bekerja keras dan kadang-kadang sampai di luar kekuatannya. Wanita Taurus adalah tipe penyabar dan memiliki pendirian dan keinginan yang kuat. Dengan kelebihan yang mereka miliki ini , mereka merasa mampu untuk melakukan segalanya sendiri dan berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai cita-citanya.
Wanita Taurus adalah wanita yang unik juga tipe wanita yang sangat sulit untuk jatuh cinta karena mereka menyukai pria yang memiliki kualitas diri, berwibawa, pintar dan dapat memberi pengaruh positif padanya. Mereka akan terlihat berbeda dengan wanita lainnya karena mereka memang ingin selalu berbeda. Secara fisik , wanita Taurus terlahir dengan garis wajah yang kuat yang dapat menunjukkan determinasi diri yang tinggi. Dengan keinginan untuk berhasil yang tinggi inilah mereka merasa lebih, Ia bukanlah tipe wanita rumahan dan mereka juga bukanlah seorang yang romantis yang suka mendengar kata-kata cinta dari lawan jenisnya (catat tuh...), Wanita Taurus dapat menjadi sangat manis dan menyenangkan tapi sewaktu-waktu mereka dapat menjadi wanita yang dingin. Wanita Taurus juga pemegang rekor teratas untuk perceraian (jangan sampe dech), karena mereka selalu mengingat cinta pertamanya (masak sih?...) karena dia tidak perduli mengenai apa yang dipikirkan orang lain mengenai dirinya, tetapi ia berpikir bahwa segala sesuatu harus dilakukan demi “Kebahagiaan”. Ia memiliki banyak teman dan ia yakin dengan kemampuan dirinya sendiri, maka anda akan sangat sering melihat dia berhenti untuk berpikir sebelum melakukan sesuatu. dan mereka juga memiliki fans atau penggemar yang senantiasa siap melamarnya.
Kalau kamu ingin menarik perhatiannya dengan menjauh darinya , wah kamu salah besar (yupss bener....) karena wanita Taurus lebih tidak perduli dibandingkan yang kamu harapkan. Yang lebih parah lagi adalah mereka dapat menjalin hubungan dengan orang lain padahal kamu masih berpacaran dengannya. Mengapa ? karena mereka merasa kamu tidak memiliki karakter dan kamu tidak memiliki sesuatu yang spesial dalam diri kamu atau dia merasa tidak nyaman dengan sifatmu. Ia adalah orang yang selalu berubah. Jika dia marah, ia tidak akan memperlihatkannya, dan akan memendamnya sendiri untuk waktu lama, dan akan mengingatnya satu persatu dengan tajam. Jika dia benar benar marah kepada anda, anda akan menjadi orang yang benar-benar asing untuk dia. Ia adalah orang yang sabar, tetapi selalu membutuhkan hal baru yang dapat menarik perhatiannya. Ia mungkin saja jatuh cinta kepada anda hari ini, dan di hari berikutnya ia dapat bertindak seakan-akan tidak pernah mencintai anda sama sekali. Ia memiliki kesabaran dengan apa yang ia ingin lakukan dan tidak akan pernah menyerah sampai ia berhasil mencapainya. Ia akan sangat terfokus akan pekerjaannya sampai ia memiliki alasan kuat untuk menghentikan proyek yang ditanganinya. Uang bagi wanita Taurus bukanlah faktor paling penting dalam kehidupan. Ia berpikir bahwa uang hanyalah cara untuk mendapatkan kehidupan yang layak. Ia merasa lebih puas ketika berhasil mencapai tujuannya daripada hidup ditengah kemewahan dan baju indah.
Jika anda menyukai wanita yang banyak berpikir mengenai cinta dan romansa, maka anda memilih cewek yang salah. Anda tidak akan pernah dapat menahannya dirumah, ia suka bekerja dan tidak suka bekerja di dalam rumah. Ia suka hewan dan suka dikelilingi hewan. Cinta ada dikepalanya, tetapi Kebebasan ada dalam jiwanya. Ia memiliki ide sendiri mengenai cinta dan takut untuk menunjukkan perasaannya yang paling dalam karena takut ditolak. Ia bukan tipe yang suka berbicara mengenai cinta, tetapi ia memiliki cara yang khusus untuk menunjukkannya. Ia tidak pandai menunjukkan kapan ia jatuh cinta, tetapi
jika ia mencintai anda, ia akan benar-benar jujur kepada anda, lebih jujur daripada wanita lainnya. Ia akan jujur kepada orang yang dicintainya, tetapi pada saat itu juga ia kelihatan seakan menjauh. Anda akan memiliki hubungan baik dengannya, jika anda memberikan kebebasan. Jangan paksa dia untuk bermain dalam permainan poker yang ia benci, tapi biarkan dia pergi bersama teman-temannya jika ia memang ingin. Ia akan sangat berbeda dengan kebanyakan cewek, dan dia berpikir bahwa berbeda adalah salah satu keunikan dia. Ia adalah figur publik, tetapi tidak dimiliki oleh siapapun. Ia tidak akan bersama dengan anda jika dipikirnya anda tidak tulus. Ia menyukai tipe cowok yang memiliki karakter, tetapi bukan karakter yang menyaingi dirinya.
Jika anda seorang politikus yang sedang mencari istri, ia akan sangat cocok, karena ia cerdas dan dapat bergaul dengan baik dengan berbagai lapisan masyarakat. Ia juga bukan tipe pencemburu, karena ia harus tahu secara menyeluruh sebelum menerima anda dalam kehidupannya. Ia memiliki keingintahuan yang lebih hebat mengenai kehidupan daripada sekedar bertanya tanya apakah anda sekarang sedang main mata dengan orang lain. Jika anda menjaga jarak darinya, atau pergi selama beberapa hari, ia akan lebih tidak memperdulikan anda. Bahkan ketika sedang berpacaran dengan anda, ia juga dapat menyukai orang lain, jika anda tidak memiliki sesuatu yang ia cari. Ia tidak akan pernah mengecewakan anda atau
bersembunyi di belakang anda untuk mempermalukan anda, tetapi ia adalah tipe wanita yang akan mengatakan langsung kepada anda “Kita lebih baik putus.”
Ia dapat menjadi orang yang manis dan lucu, tetapi kemudian menjadi dingin dan keras. Dia memiliki gaya sendiri dalam berdandan.Anda dapat melihatnya berdandan seperti orang kuno, tapi besok ia tampil bagaikan berasal dari planet Mars. Ia akan mengatur rambutnya dengan cara yang unik, demikian pula dengan busana dan dandanannya. Ia suka mempelajari mimpi dan pemikiran anda. Ia suka menggoda anda dan bercanda dengan anda. Jika ia melakukan sesuatu yang salah, maka ia tidak akan menyembunyikannya kepada anda. Tetapi jangan bertanya mengenai hal itu, jika ia sedang tidak berminat membicarakannya kepada anda. Ia tidak suka meminjam uang, dan menganggap semua janji serius. Jika anda berjanji akan membayar kembali, sebaiknya anda melakukannya. Jika anda ingin berhasil dengan wanita Taurus, maka jangan pernah cemburuan atau posesif.
Jangan berpikiran sempit, jangan mengkritik hal-hal remeh dan tidak penting. Cobalah menyukai semua temannya, dan biarkan dia memiliki saat pribadinya, maka ia akan menjadi sangat manis kepada anda. Wanita yang gemar pada keindahan ini pintar menciptakan persahabatan. Dia akan betah duduk berjam-jam sambil mendengarkan cerita dan segala macam persoalan Anda. Bagaimanapun juga, seandainya Anda hanya butuh simpati, dia akan memberikan apa yang Anda harapkan. Namun bila dia sungguh-sungguh tertarik dan merasa bahwa ada cara untuk membantu, maka dia akan berusaha membantu tanpa peduli betapa sulit persoalan itu. Dia memang jenis wanita yang selalu siap menghadapi orang dengan aneka kecemasan dan ketegangan, dan bisa dengan mudah membuat mereka kembali menjadi santai. Meskipun begitu, terhadap teman dia bisa bersikap begitu posesif, dan akan menempatkan diri sebagai penasehat Anda. Ia akan berusaha keras meyakinkan Anda bahwa dia tahu bagaimana cara menemukan kunci hidup bahagia bagi Anda. Dan Anda pun tahu, 99 persen yang dikatakannya memang benar.
Anda pun akan tahu bila mengenalnya lebih jauh, bahwa Taurus adalah orang yang tidak suka bergantung pada soal-soal kecil. Wanita ini berpembawaan tenang, kalem, dan memiliki semacam mesin logika yang kuat. Ini membingkai dirinya dalam setiap upaya mencapai tujuan. Dia sangat ulet tapi tidak suka pada perubahan. Namun bila Anda tidak hati-hati, mungkin tanpa sengaja Anda bohong padanya, Anda tak sempat menunggu kemarahannya. Asal Anda tahu, wanita ini bisa demikian marah jika Anda tidak menepati janji atau bohong atau menggagalkan rencana kerja kemanusiaannya. Dan naik pitamnya hanya akan reda bila ada alasan yang bisa diterima akalnya.
Aku tertarik dengan artikel ini lalu aku kumpulin dari berbagai sumber dari beberapa blog terus ku rangkum jadi satu dech karena menurutku kebenarannya mencapai 99.99% karena aku sendiri berzodiak Taurus jadi speechless bacanya karena aku bangeeeet....walaupun karakter wanita Taurus lumayan rumit ada beberapa hal yang dapat saya bilang dan saya ketahui sendiri kalau wanita Taurus itu memiliki prinsip yang kuat juga sangat Setia pada perasaannya terhadap seseorang yang ia cintai walaupun ia kurang bisa mengekspresikannya ketika ia benar-benar merasa jatuh cinta padanya dan ia sangat menghargai orang-orang disekitarnya sehingga wanita taurus memiliki banyak teman, dia akan merasa marah apabila ada orang yang berbicara buruk mengenai teman dan keluarganya. Dan jangan pernah membatasinya dalam berteman apalagi posesif karena itu merupakan hal yang paling ia tidak sukai dan perlahan-lahan ia akan menjauhi anda. sekian.
Sabtu, Februari 07, 2015
Kepak kupu-kupu hitam diantara hujan
Sepertinya kau bukan kupu-kupu hitam yang keren
corak dan warnamu begitu membosankan
hanya dibalut warna hitam dan putih
mengepak lucu diantara bunga indah di taman
Kau terbang kesana kemari diantara rintik hujan
kurasa kupu-kupu hitam itu galau
Akan hinggap di bunga sebelah mana?
Akan menghisap madu cinta di putik yang mana?
Mungkin itu yang sedang kau pikirkan
dan tiba- tiba saja kulihat
kepakan sayapmu tertuju pada satu bunga liar
hei...kenapa harus bunga liar itu?
tanyaku dalam hati
Apa indahnya dan bagusnya bunga itu?
protesku pada kupu-kupu hitam
dan tentu saja, dia tidak akan mengerti kata-kataku
Dan hujanpun turun
Entah kenapa kulihat kupu-kupu hitam dan bunga liar
itu
seperti sedang menari dan bergembira
kepakan sayap kupu-kupu hitam terbang kesana kemari
mengitari bunga liar yang bergerak dengan irama hujan
Tersenyum saat kulihat kebahagiaan mereka
Entah, apa yang ada dalam pikiran mereka
Yang sedang menari menikmati mata air surga
Seakan tak perduli dengan kumbang dan bunga-bunga yang
laen
Langganan:
Komentar (Atom)