Senin, Juli 13, 2015

Rindu Seribu bulan

Kopiku tinggal tetes terakhir
Dan rupanya rindu masih bersarang di otakku
Lantunan ayat cinta dari Sang Maha Cinta
Menembus relung menuju segenap tubuh bagai aliran darah
Seribu kata dan puisi tak kan cukup
Menggambarkan rinduku di malam seribu bulan
Pusaran nafas melaju seiring denyut paru-paru
Memuji asma Sang Maha Cinta
Terangkat doa untuk insan yang mendamba rindu
Akankah angin yang nyaris tak bersuara malam ini
Mampu membawa ayat rindu ke dalam relung hatinya
Malam seribu bulan kan kulewati
Sembari menahan rindu yang kian menggebu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar