Aku rindu pada sajak-sajak cinta yang kau rangkai untukku
Aku rindu pada puisi-puisi kehidupan yang kau kirimkan padaku
Kisah kasih yang tiada sangka berawal dari mana
Indah merasuk dalam relung hati kita
Tiba-tiba saja seluruh rasa terjatuh pada pesona hatimu
Kau bagai pangeran kunang-kunang setia menemani malam sunyiku
Sinarmu walau redup tertelan pekat malam berkilau laksana manik-manik mutiara khatulistiwa
Secangkir kopi hitam nan pahit kemudian terasa manis di lidah
Entah karna aku jatuh cinta atau mungkin diselingi kecupan manismu diantara tegukan demi tegukan
Kini....kau hasratku, kau gairahku, kau kerlingan mataku
Dan kaupun menjelma menjadi bait-bait menguntai sepanjang langkahku
Tetaplah seperti itu.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar