Kebetulan saya ini bukan tipe orang yg latah sok-sok an nentang valentine
atau ikut-ikutan valentinan, biasa aja, yang mau sayang-sayangan besok di hari
valentine monggo, yang tidak suka ya silahkan. Bagi saya yang utama adalah
sikap menghormati. Sebenarnya kalau dilihat dari segi etika sosial dan
pergaulan, sah-sah saja kok kalau misal kita ingin sekedar berbagi kasih sayang dengan
kekasih, keluarga atau sahabat. Menjadi agak anu dan sedikit
kontroversial ketika ada sebagian orang yang mengartikan valentine sebagai
hari dimana pasangan yang belum sah memadu kasih. saya kira, kalau merujuk
hanya pada hal itu saja terlalu picik, karena di hari-hari lain pun
bukannya seperti itu juga? Jangan dianggap serius opini iseng ini, hanya
sekedar share tentang fenomena valentin-valentinan ini.
Saya
pribadi pernah menjadi remaja lucu nan imut dan menggemaskan yang pernah
berangan diajak candle light dinner sama pasangan, dikasih surprise
coklat, bunga atau pernak pernik lucu dari pasangan. Tentu saja di
iringi music romantis, membicarakan apa saja dan bercanda berdua dengan
yang tersayang di hari Valentine...hahaha
Tapi pikiran saya waktu
itu yang kebetulan tidak berniat memiliki pacar kalo belum kuliah/Kerja
menjadikan momen lucu tersebut untuk sekedar berbagi rasa dengan
adik. Membeli coklat berdua, coklat ayam jago... :D
, menyewa film komedi romantis dan asyik mengomentari film serta
bercanda berdua. Menikmati masa muda bersama keluarga, yang terbiasa
sibuk dengan aktivitas sekolah, ortu bekerja, saya pikir tidak ada salahnya
ketika ada budaya lucu dari barat sana yang mengkhususkan hari kasih
sayang. Ini bukan tentang kita ikut-ikutan budaya barat atau apalah namanya,
bagi saya pribadi semacam letupan kasih sayang kita kepada keluarga
tentu saja. Yang artinya, menyayangi bukan hanya pada hari valentine,
menyayangi itu tentang sikap dan rasa yang kita berikan setiap saat pada
keluarga atau pasangan.
Saya pernah memiliki kenangan pas di
hari Valentine membeli coklat choki-choki yang kemudian saya bagikan pada
murid-murid mengaji saya, keceriaan dan kegirangan mereka menjadi semacam magnet bagi saya
sendiri bahwa berbagi Kasih sayang itu menenangkan hati, menyegarkan
jiwa yang egois, mengalirkan sifat Rahman dan Rahim Tuhan itu sendiri.
Jadi jangan menganggap sebuah hari spesial itu momok menakutkan,
menanggapi secara santai dan ringan lebih enak.
Setiap hari adalah
hari Kasih dan Sayang sebagai pengejawantahan dari sifat Rahman dan
Rahim Tuhan. Mengasihi dan menyayangi merupakan eksistensi diri kita
sebagai Mahluk Tuhan tanpa atau adanya hari Valentine-valentinan. Jadi ada atau tidak
hari Valentine, kita manusia sudah memiliki sifat tersebut, sifat
yang diberikan dari Tuhan Yang Maha Rahman dan Rahim.
Dan bagi saya
pribadi, budaya barat tersebut hanya sebagai reminder bahwa terkadang
diperlukan momen spesial untuk berbagi dengan keluarga , kekasih dan
pasangan kita. Selama tidak menabrak Norma agama yang kita anut.
Sekian, selamat bulan Februari yang penuh Kasih.....Semoga Kasih Sayang Tuhan selalu menyertai gerak langkah kita.
Ibe 13 Februari 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar