Jumat, Februari 13, 2015

Valentine

Kebetulan saya ini bukan tipe orang yg latah sok-sok an nentang valentine atau ikut-ikutan valentinan, biasa aja, yang mau sayang-sayangan besok di hari valentine monggo, yang tidak suka ya silahkan. Bagi saya yang utama adalah sikap menghormati. Sebenarnya kalau dilihat dari segi etika sosial dan pergaulan, sah-sah saja kok kalau misal kita ingin sekedar berbagi kasih sayang dengan kekasih, keluarga atau sahabat. Menjadi agak anu dan sedikit kontroversial ketika ada sebagian orang yang mengartikan valentine sebagai hari dimana pasangan yang belum sah memadu kasih. saya kira, kalau merujuk hanya pada hal itu saja terlalu picik, karena di hari-hari lain pun bukannya seperti itu juga? Jangan dianggap serius opini iseng ini, hanya sekedar share tentang fenomena valentin-valentinan ini.
Saya pribadi pernah menjadi remaja lucu nan imut dan menggemaskan yang pernah berangan diajak candle light dinner sama pasangan, dikasih surprise coklat, bunga atau pernak pernik lucu dari pasangan. Tentu saja di iringi music romantis, membicarakan apa saja dan bercanda berdua dengan yang tersayang di hari Valentine...hahaha
Tapi pikiran saya waktu itu yang kebetulan tidak berniat memiliki pacar kalo belum kuliah/Kerja menjadikan momen lucu tersebut untuk sekedar berbagi rasa dengan adik. Membeli coklat berdua, coklat ayam jago... :D  , menyewa film komedi romantis dan asyik mengomentari film serta bercanda berdua. Menikmati masa muda bersama keluarga, yang terbiasa sibuk dengan aktivitas sekolah, ortu bekerja, saya pikir tidak ada salahnya ketika ada budaya lucu dari barat sana yang mengkhususkan hari kasih sayang. Ini bukan tentang kita ikut-ikutan budaya barat atau apalah namanya, bagi saya pribadi semacam letupan kasih sayang kita kepada keluarga tentu saja. Yang artinya, menyayangi bukan hanya pada hari valentine, menyayangi itu tentang sikap dan rasa yang kita berikan setiap saat pada keluarga atau pasangan.
Saya pernah memiliki kenangan pas di hari Valentine membeli coklat choki-choki yang kemudian saya bagikan pada murid-murid mengaji saya, keceriaan dan kegirangan mereka menjadi semacam magnet bagi saya sendiri bahwa berbagi Kasih sayang itu menenangkan hati, menyegarkan jiwa yang egois, mengalirkan sifat Rahman dan Rahim Tuhan itu sendiri. Jadi jangan menganggap sebuah hari spesial itu momok menakutkan, menanggapi secara santai dan ringan lebih enak.
Setiap hari adalah hari Kasih dan Sayang sebagai pengejawantahan dari sifat Rahman dan Rahim Tuhan. Mengasihi dan menyayangi merupakan eksistensi diri kita sebagai Mahluk Tuhan tanpa atau adanya hari Valentine-valentinan. Jadi ada atau tidak hari Valentine, kita manusia sudah memiliki sifat tersebut, sifat yang diberikan dari Tuhan Yang Maha Rahman dan Rahim.
Dan bagi saya pribadi, budaya barat tersebut hanya sebagai reminder bahwa terkadang diperlukan momen spesial untuk berbagi dengan keluarga , kekasih dan pasangan kita. Selama tidak menabrak Norma agama yang kita anut.
Sekian, selamat bulan Februari yang penuh Kasih.....Semoga Kasih Sayang Tuhan selalu menyertai gerak langkah kita.
Ibe 13 Februari 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar