Kamis, Juni 04, 2015

Antara Kopi dingin dan secarik kertas

Kesekian kali kekasihku....
kuseduh kopi sambil menunggu datangmu
mata tak sanggup terpejam karena rinduku
menggebu diantara kepulan asap kopimu

Kupandang kedua cicak yang asyik bercumbu
Untuk sesaat aku iri dengan dunia mereka berdua
Yang tanpa malu.....masih saja berkejaran penuh cinta
Merayap diantara dinding-dinding pemisah antara kau dan aku

Rasa kantukpun mendera menanti hadirmu
Tak jua kau datang dengan segenap rasamu
Tak akan kutanya kenapa kau begitu lama
Karena tugas baktimu sungguh yang utama

Tiada kudengar derap langkahmu kekasih
Namun.....Tiba-tiba saja tubuhku sudah berada dalam peraduan rindu kita
Dan secarik kertas berada di tanganmu yang penuh lelah
kubaca pelan dan senyum ku merekah
sambil terus kupandangi lelapmu dan lelahmu

Kopiku yang dingin telah kau teguk
hanya menyisakan ampas
Kalau sudah begini.....bagaimana bisa aku tidak merindumu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar