Jumat, Februari 02, 2018

Dinikmati saja ya


Beberapa minggu lalu, atasan memberikan info bahwa kantor yang kita tempati sekarang akan direnovasi dalam 3 bulan kedepan. Pilihan yang diberikan oleh atasan tentu saja pindah sementara ke kantor cabang yang jauh dari domisili kita team admin. Bukankah mau tidak mau kita harus pindah, ya hanya untuk 3 bulan, tapi bayangan-bayangan tentang jauh, belum macet dan kengerian serta problem-problem baik receh atau berat langsung menghantui benak dan pikiran kita, terutama aku. Otakku langsung bergolak, hal-hal njlimet, rumit seolah berhamburan di pikiran, dari harus mandi pagi, joging dimajukan, dan urusan mau naik apa, sama siapa, nebeng siapa. Selalu ada solusi, dan atasan sepertinya tahu kekhawatiran kita, ya urusan transport dan kemacetan. Kita terbiasa santai, berangkat tanpa kemacetan berarti, deket minimarket, jajan, makanan, mall dan hal-hal mudah lainnya. Dan sekarang kita harus dihadapkan pada kantor sementara, yang jauh dari makanan, minimarket, mall, dan kemudahan lainnya, seolah terisolasi bagai istri muda yang disimpan. Hadeh .......
Atasan memberikan alternatif untuk naik mobil kantor, dengan titik kumpul berada di kantor lama. Kita saling berpandangan dengan pikiran masin-masing. Pada akhirnya beberapa teman kekeh dengan tetap memakai sepeda motor sendiri, ada yang naik busway atau yang diantar jemput pacar. Aihhhhh....
Aku? Yang ada di pikiranku, akan mencoba semua cara dan transport menuju kantor yang jauh dan macet tentu saja, bagiku seperti petualangan tersendiri. Sudah terbayangkan bagaimana tingkahku saat naik busway, pasti akan nyaman melihat orang-orang yang beraktivitas, mendengarkan musik dengan headset dan membaca buku saat dapat tempat duduk. Dibalik kengerian dan pikiran-pikiran buruk tentang perjalanan pulang dan pergi kantor ini menjadi berimbang kembali dengan bayangan-bayangan apa saja yang bisa aku lakukan dengan berbagai pilihan transportasi. Sudah kubayangkan pula andai aku mencoba transport dengan nebeng mobil atasan. Aku duduk didepan sebelah sopir, asyik dengerin musik yang disetel supir, musik apa saja aku nyaman. Tentu saja aku akan asyik dari kaca depan dan samping melihat motor, mobil atau kendaraan lain yang bersliweran. Atau sekedar baca buku andai bosan melihat orang-orang dari balik kaca mobil, atau bisa jadi akan asyik mendengarkan obrolan-obrolan dalam mobil sambil sesekali menimpali atau tertawa saja. Bahkan aku sudah membayangkan bagaimana nantinya jika aku mencoba nebeng motor teman, akan kuanggap seperti naik motor touring. Ya touring selama 30-40 menit lengkap dengan pernak-perniknya, macet yang bikin kesel sekaligus ingin kutertawakan. Melihat orang-orang di jalanan, ngobrol ringan sama temen, atau sekedar memperhatikan jalan, siapa tahu dia salah jalan. Hadeh...sudah sering dia seperti itu
Diantara bayangan-bayangan buruk, pikiran-pikiran tak bermutu kita, selalu selipkan pikiran-pikiran alternatif betapa hal-hal yang menjengkelkan akan jadi petualangan asyik tersendiri, yang sewaktu-waktu akan kita tertawakan. Jakarta kalau tak macet bukanlah Jakarta tentu saja, toh bukan kita yang merasakan, hampir semua orang di Jakarta mengalaminya dengan aneka ragam cerita dan problemnya masing-masing. Kalau tidak kita nikmati saja keruwetannya dengan menertawakan, mau dijalani dengan ngedumel? Mengumpat? Jengkel? Ya silahkan saja.....aku memilih menikmatinya saja, dengan sedikit ngedumel di hati tapi sekaligus menertawakannya. Dan aku akan punya bahan untuk menulis. J


Tidak ada komentar:

Posting Komentar