Senin, Februari 05, 2018

Cerita Pasta Gigi

Aku masih menatap gayung warna pink, mencari shampo sachetan, hari ini mau keramas. Pandanganku tertuju pada pasta gigi yang sudah gepeng tak berisi dan tak kubuang. Sesat aku ragu untuk menyentuh pasta gigi gepeng ini. Ada rasa perih di dada, seketika kenangan tentang pasta gigi ini meluncur deras dalam ingatan. Ahh....kisah yang entah bagaimana terjadi, begitu saja mengalir, bekas-bekas kenekatan hidupku. Hadeh....
Ya, pasta gigi ini benda pertama yang dia berikan padaku di pagi itu. Entah kenapa terbawa di tasku dan jadi benda yang setia di dalam tasku. Hingga suatu hari aku kehabisan pasta gigi, kuambil dari tas, dan sejak saat itu, pasta gigi ini menjadi penghuni setia gayungku yang berwarna pink. Dan tiap hari kupakai, terbayang hari-hariku saat itu penuh senyum menjelang mandi. Membayangkan mimik wajahnya ketika memberikan pasta gigi ini.
Hingga beberapa hari yang lalu, habis sudah pasta gigi ini, dan itu sepertinya menjadi pertanda habis sudah cerita tentang kebahagiaan pagi hari saat mandi.
Aku memang sengaja tak membuangnya, biar saja terus menemaniku, menjadi penghuni di gayung pink. Entah sampai kapan, aku tak tahu dan mungkin tak perduli lagi. Mungkin jika nanti dia datang lagi membawakan aku pasta gigi lagi atau bisa saja orang lain yang akan membawkannya, aku tak yakin. Karena hanya dia yang tahu kisah ini.
“Siskaaaaaaaa......mandinya jangan lama-lama!!!!”

Aishh....Mbakku sudah mulai teriak dan ngomel.

Jakarta, 5 Februari 2018
*Cerita yang tercipta saat merasakan macet di dalam mobil*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar