Seperti biasa jalanan selalu memberi banyak cerita. Acara duduk-duduk sore kali ini agak sedikit berbeda dari biasanya. Kulihat anak kecil sekitar umur 10 tahun yang baru saja selesai kerja menjaga parkir di stadion. Dia sedang sibuk menghitung lembar dan receh-receh yang seharian mungkin sudah dia kumpulkan. Aku tersenyum membayangkan apa yang akan dilakukan anak itu dengan uang hasil keringat dia hari ini. Dia menatapku sekilas, seolah tahu sedang kuperhatikan.
Raut muka anak itu berbinar, sambil bernyanyi-nyanyi kecil, dia berjalan riang
Mataku masih asyik menatap dia, sedikit penasaran sebenarnya.
Dia melangkah menuju penjual bakso sebrang jalan, dia membeli bakso!
Setelah dia membayar dua bungkus bakso itu dia berjalan ke arahku, menatapku.
Tepat di depanku, dia bilang, teh aku hari ini kerja buat beliin bakso ibuku, ibuku suka bakso
aku jawab sambil tersenyum, kamu hebat, ibumu pasti bangga padamu
Iya, aku sayang ibuku teh, aku pergi dulu, aku tahu teteh dari tadi liatin aku
glek!
Aku tertawa ngakak, langkahnya makin jauh, hatiku tiba-tiba terasa hangat, airmataku menggenang. Anak sekecil itu, pasti ibunya luar biasa
Emprit Sawah - di suatu senja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar