Seperti biasa jalanan selalu memberi banyak cerita. Acara duduk-duduk sore kali ini agak sedikit berbeda dari biasanya. Kulihat anak kecil sekitar umur 10 tahun yang baru saja selesai kerja menjaga parkir di stadion. Dia sedang sibuk menghitung lembar dan receh-receh yang seharian mungkin sudah dia kumpulkan. Aku tersenyum membayangkan apa yang akan dilakukan anak itu dengan uang hasil keringat dia hari ini. Dia menatapku sekilas, seolah tahu sedang kuperhatikan.
Raut muka anak itu berbinar, sambil bernyanyi-nyanyi kecil, dia berjalan riang
Mataku masih asyik menatap dia, sedikit penasaran sebenarnya.
Dia melangkah menuju penjual bakso sebrang jalan, dia membeli bakso!
Setelah dia membayar dua bungkus bakso itu dia berjalan ke arahku, menatapku.
Tepat di depanku, dia bilang, teh aku hari ini kerja buat beliin bakso ibuku, ibuku suka bakso
aku jawab sambil tersenyum, kamu hebat, ibumu pasti bangga padamu
Iya, aku sayang ibuku teh, aku pergi dulu, aku tahu teteh dari tadi liatin aku
glek!
Aku tertawa ngakak, langkahnya makin jauh, hatiku tiba-tiba terasa hangat, airmataku menggenang. Anak sekecil itu, pasti ibunya luar biasa
Emprit Sawah - di suatu senja
Sabtu, September 14, 2019
Perempuan Berkerudung Senja
Perempuan itu duduk di tepian sungai menatap senja
Entah duka apa yang sedang dia tanggung
Sinar matanya seolah tabah tapi airmatanya terlihat menggenang
Sekuat tenaga menahannya agar tak jatuh
Namun apa daya sekuat apapun
Pada akhirnya tumpah sudah
Lengkap dengan isaknya
Yang makin lama makin terdengar
Keluarkan saja mbak, bisikku lirih
Agar lega segala beban di hatimu
Tak perlu kutahu masalah apa saja yang bersarang di pikiranmu
Buang saja semuanya
Kulihat tangisnya mulai mereda
Sejenak pandangan kita beradu
Dia tersenyum
Walau masih terlihat sedih
Setidaknya perempuan itu sudah menumpahkannya
Maaf sedari tadi aku menatapmu
Dan dia melangkah pergi
Semoga kau bahagia wahai perempuan berkerudung senja
Semua akan baik-baik saja
EmpritSawah 13 September 2019
Langganan:
Komentar (Atom)