Ingin sekedar bercerita tentang gerimis pagi hari ini
Rintiknya seumpama rindu yang kian deras
Yang kemudian menggenang
Percikannya yang terpijak menyebar diantara langkah kaki
Tak kurasakan lagi dingin
Mungkin karena jaket menghangatkan badanku
Atau bisa saja hatiku sedang gembira
Aku tak tahu
Aku bahkan tak peduli
Yang kutahu setiap langkah kecilku
Menuju pada hatimu
Pelan, ringan tapi pasti
Menikmati rasa dan asa yang sedang pelan kubangun
Tak mungkin bahagia kan tertukar
Pun tak ada duka seawet formalin
Pada hati yang kini merindu
Tunggu saja semesta mempertemukan
Jumat, Januari 26, 2018
Kamis, Januari 25, 2018
Detak Jantungku Masih Sama
Setelah luka pertama kau toreh beberapa saat yang lalu
Aku merasa takjub dengan kebesaran hatiku sendiri menerima kejujuranmu
Tak sedikitpun merubah rasa dan asaku pada hasratmu
Apa beginilah cinta seorang ibu kepada anak-anaknya?
yang berulang kali tersayat luka oleh ulah anaknya,
tapi tak merasakan sakit di dada
Justru keresahan hatimu yang membuatku harus menghela napas berulang kali
Kegelisahan hatimu yang kurasakan dalam debaran nadiku
Dan hari ini, degup jantung itu masih sama
Masih berdebar begitu kencang
Hanya dalam hitungan hari
Aku mampu membebaskan hatiku
Pasrah pada takdirku
Jika bahagiamu itu aku
Maka semesta takkan menukarnya pada siapapun
Aku menunggumu.....................
Aku merasa takjub dengan kebesaran hatiku sendiri menerima kejujuranmu
Tak sedikitpun merubah rasa dan asaku pada hasratmu
Apa beginilah cinta seorang ibu kepada anak-anaknya?
yang berulang kali tersayat luka oleh ulah anaknya,
tapi tak merasakan sakit di dada
Justru keresahan hatimu yang membuatku harus menghela napas berulang kali
Kegelisahan hatimu yang kurasakan dalam debaran nadiku
Dan hari ini, degup jantung itu masih sama
Masih berdebar begitu kencang
Hanya dalam hitungan hari
Aku mampu membebaskan hatiku
Pasrah pada takdirku
Jika bahagiamu itu aku
Maka semesta takkan menukarnya pada siapapun
Aku menunggumu.....................
Langganan:
Komentar (Atom)