Jumat, Oktober 06, 2017

Coretan hati

Ada sebuah cerita yang hingga sekarang selalu kuingat, kisah tentang seseorang yang diberi kesempatan memilih bunga di sebuah taman. Di tiap bunga yang terlewati, dia tak boleh berbalik arah untuk memilih ulang, dia harus terus berjalan dan memilih bunga mana yang ingin dia petik. Entah apa yang ada di pikirannya, tiap melihat satu bunga yang cantik, indah dan menawan hati, hatinya tak puas, ah...barangkali bunga di taman depan lebih bagus lagi, kata hatinya. Dan dia terus melangkah melewati berbagai aneka bunga yang cantik dan indah. Hingga di ujung taman, dia merasa belum menemukan yang paling cantik dan indah. Dia diam termangu, karena di ujung taman sudah tak ada lagi bunga, yang ada hanya sebuah pintu keluar yang artinya dia sudah tidak bisa memilih bunga. Begitulah kehidupan, terkadang kita selalu merasa kurang, merasa tidak cukup hati dengan pilihan kita hanya karena merasa di luar sana masih banyak yang terbaik, kita lupa bahwa kesempurnaan itu tak pernah ada, karena itu semata hanya milik Tuhan.
Cerita itu mengingatkanku untuk merasa cukup dengan apa yang sudah diberikan Tuhan, merasa cukup bukan berarti kita berhenti, tapi upaya kita untuk terus berusaha menjaga, memperbaiki dan terus belajar tentang arti kehidupan. Berhenti dari itu semua berarti mati, dan mati yang paling menyedihkan, matinya semangat hidup dan matinya hati kita

Jumat wage