Jumat, Oktober 06, 2017

Coretan hati

Ada sebuah cerita yang hingga sekarang selalu kuingat, kisah tentang seseorang yang diberi kesempatan memilih bunga di sebuah taman. Di tiap bunga yang terlewati, dia tak boleh berbalik arah untuk memilih ulang, dia harus terus berjalan dan memilih bunga mana yang ingin dia petik. Entah apa yang ada di pikirannya, tiap melihat satu bunga yang cantik, indah dan menawan hati, hatinya tak puas, ah...barangkali bunga di taman depan lebih bagus lagi, kata hatinya. Dan dia terus melangkah melewati berbagai aneka bunga yang cantik dan indah. Hingga di ujung taman, dia merasa belum menemukan yang paling cantik dan indah. Dia diam termangu, karena di ujung taman sudah tak ada lagi bunga, yang ada hanya sebuah pintu keluar yang artinya dia sudah tidak bisa memilih bunga. Begitulah kehidupan, terkadang kita selalu merasa kurang, merasa tidak cukup hati dengan pilihan kita hanya karena merasa di luar sana masih banyak yang terbaik, kita lupa bahwa kesempurnaan itu tak pernah ada, karena itu semata hanya milik Tuhan.
Cerita itu mengingatkanku untuk merasa cukup dengan apa yang sudah diberikan Tuhan, merasa cukup bukan berarti kita berhenti, tapi upaya kita untuk terus berusaha menjaga, memperbaiki dan terus belajar tentang arti kehidupan. Berhenti dari itu semua berarti mati, dan mati yang paling menyedihkan, matinya semangat hidup dan matinya hati kita

Jumat wage

Minggu, Juli 16, 2017

Perjalananku



Perjalanan pulang kampung hari ini terasa menyesakkan. Ada banyak cerita yang ingin kusebarkan di sepanjang jalan. Bukan karena beban fisik yang kubawa, tapi beban hati yang harus kulalui bersama roda-roda yang berputar. Aku dan motor ini sama-sama diam, tapi kita saling bersentuhan, menikmati perjalanan yang panjang. Melupakan sebuah kisah memang tak bisa hanya dengan pergi menghindari, tapi ada beberapa orang yang butuh waktu sejenak untuk menikmati sebuah perjalanan. Sekedar berlelah fisik, tapi mampu melegakan hati agar tak berlarut dalam kisah yang menyesakkan untuk diingat. Kita tak akan mampu melupakan sesuatu yang berarti, yang pernah singgah di hati dan pikiran. Namun, berdamai dan terus melangkah dengan harapan-harapan baru harus terus ada di hati. Berhenti sejenak melepas pesona yang sempat singgah, bukan untuk dilupakan, tapi cukup disimpan dalam file cerita-cerita yang pernah ada. Tersimpan rapi, yang kelak akan kita tertawakan karena kebodohan kita atau akan kita tangisi karena bahagia pun terkadang layak ditangisi.
Perjalanan ini hanya salah satu perjalanan hidup yang harus kulalui, tak mengapa lelahnya mendera, debu-debunya menusuk hidung, panasnyapun menyengat kulit. Setiap cerita menyimpan hikmah jika kita mampu menyikapinya dengan kerendahan hati.
Tak mengapa terluka, tak jadi soal tersakiti, akan selalu ada obat yang menyembuhkan, walau bekasnya akan selalu ada.
Berdamailah.....sepanjang jalan menuju Tuhan
16 Juli 2017, Semarang-Pekalongan