Rabu, September 02, 2015

Hanya Waktu.....

Seduhan kopi pagi ini terasa begitu menyesakkan dada
Tak ingin rasanya menyesap kopi yang nyata di depanku
Aromanya kurasa penuh racun biologis yang seakan siap membunuhku
Warnanya begitu hitam, mungkin sehitam hatiku
Tiba- tiba aku begitu benci dengan cerita tentang kopiku pagi hari ini
Semua terasa hampa dan tanpa tujuan
Separuh jiwaku yang tadinya penuh terisi rindu
Mendadak terhempas ke dalam memori salju kutub utara
Yang siap membekukan segala impian bahagia itu

Ada apa dengan bahagia yang sekejap lalu begitu meronakan hari
Dan tanpa ampun langsung terampas bagai ibu yang dipaksa kehilangan bayi nya

Walau bunga-bunga tetap mekar, langit masih membiru
Gunung-gunung tegak berdiri, air laut berombak tiada henti
Dan bintang masih indah bersinar, rembulan separo seromantis biasa
Hatiku tak lagi sama
Ada sebagian darinya yang kini telah dirampas paksa oleh waktu
Aku bisa apa...? Jika inilah pilihanmu
Mungkin sulit bagiku untuk memulai, tapi hidup harus terus berjalan
Dan tiada pilihan lain selain melangkah dengan separuh jiwa
Menunggu waktu berpihak mengembalikan separuhnya lagi padaku

2nd September 2015 - tanpa penjelasan dari sebagian jiwa -